Ibadah Haji 2020 Digelar Terbatas

oleh -66 views
HAJI TERBATAS: Pemerintah Arab Saudi pada Senin 22 Juni 2020, pukul 21.30 waktu setempat, akhirnya memutuskan untuk menggelar ibadah haji 1441H/2020M dengan jumlah terbatas. Ibadah Haji tahun ini terbatas untuk Warga Negara Saudi dan Warga Negara asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi. FOTO: AP

MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi pada Senin 22 Juni 2020, pukul 21.30 waktu setempat, akhirnya memutuskan untuk menggelar ibadah haji 1441H/2020M dengan jumlah terbatas.

Seperti diberitakan AFP, Selasa (23/6), Kementerian Haji Arab Saudi menjelaskan, bahwa ibadah Haji tahun ini terbatas untuk Warga Negara Saudi dan Warga Negara asing atau ekspatriat yang saat ini sudah berada atau berdomisili di Arab Saudi.

Kementerian Haji Arab Saudi beralasan, dari keputusan ini adalah demi menjaga kesehatan publik global di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) yang masih berlangsung negara tersebut.

“Mengingat terus berlanjutnya pandemi dan risiko penyebaran virus Corona di tempat-tempat ramai dan pertemuan besar, dan penularan antar negara, dan peningkatan rata-rata penularan secara global, telah diputuskan bahwa ibadah Haji untuk tahun ini akan digelar di mana sejumlah jemaah yang sangat terbatas dari berbagai negara yang telah berada di Arab Saudi, akan bisa menjalankannya,” demikian pernyataan Kementerian Urusan Haji dan Umrah Saudi pada Senin (22/6).

Menteri Urusan Haji, Mohammad Benten menyatakan, bahwa Pemerintah Arab Saudi hanya memperbolehkan sekitar 1.000 jamaah untuk menjalankan ibadah haji tahun ini.

Pemerintah tidak merinci lebih detail mengenai alokasi dan sistem penentuan jamaah yang diperbolehkan menjalankan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19.

“Jumlah jemaah haji kira-kira 1.000 orang, mungkin bisa kurang, mungkin juga bisa sedikit lebih banyak. Yang pasti, jumlahnya tidak akan sampai puluhan ribu atau ratusan ribu” kata Benten.

Pernyataan Kementerian Haji mengacu pada anjuran Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang mengatakan, bahwa risiko virus corona diperkirakan akan terus meningkat, sementara vaksin belum ditemukan. Untuk itu, faktor keamanan menjadi prioritas pelaksanaan haji tahun ini.

Keputusan Arab Saudi untuk tetap melaksanakan ibadah haji tahun ini di tengah pandemi virus Corona dengan jumlah jamaah terbatas mendapat pujian dari ulama serta organisasi Islam dunia.

Seperti dikutip dari Saudi Press Agency, Selasa (23/6), Organisasi Islam tertinggi Arab Saudi, Dewan Cendekiawan Senior, mendukung keputusan pemerintah tersebut, karena bertujuan menyelamatkan umat dari potensi paparan virus Corona.

Setjen dewan berterima kasih kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman serta Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman serta pemerintah atas kerja keras mereka.

Sheikh Ahmed Al Tayyeb, imam besar Al Azhar, otoritas pendidikan tertinggi, juga mendukung langkah tersebut. Ia menilai, keputusan itu sebagai langkah bijak yang sesuai syariah. Di satu sisi, Saudi mempertimbangkan kelanjutan pelaksanaan haji sambil memprioritaskan kesehatan para jamaah.

Liga Muslim Dunia juga mengeluarkan pernyataan serupa atas nama para ulama di bawah payung Dewan Tertinggi Liga, Dewan Yurisprudensi Islam, dan Dewan Tertinggi Masjid Dunia. Mereka mendukung langkah-langkah pencegahan yang diambil pemerintah Saudi terkait pelaksanaan haji.

Sekjen Liga Muslim Dunia yang juga Ketua Asosiasi Cendekiawan Muslim Sheikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa mengatakan, keadaan darurat virus Corona merupakan kasus luar biasa yang harus ditangani dengan sangat hati-hati, termasuk dalam tinjauan syariah.

Selain itu, apresiasi juga datang dari Pemerintah Indonesia. “Atas nama pemerintah, saya selaku Menteri Agama mengapresiasi keputusan Saudi yang mengedepankan keselamatan jamaah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M,” terang Menag Fachrul Razi di Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut Fachrul, di tengah pandemi, keselamatan jamaah patut dikedepankan. Apalagi, agama mengajarkan bahwa mencegah kerusakan harus dikedepankan dari meraih kemanfaatan. Karenanya, saat ini, berikhtiar menjaga keselamatan jamaah adalah hal utama.

“Keputusan Saudi sejalan dengan dasar pembatalan keberangkatan jamaah Indonesia yang diumumkan 2 Juni lalu, yaitu keselamatan jamaah haji,” tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Arab Saudi telah membuka lockdown selama 74 hari pada Minggu (21/6). Berbagai sektor perekonomian seperti pertokoan, perkantoran, masjid, kafe, restoran, dan bioskop telah diizinkan beroperasi.

Saat lockdown diberlakukan pada Maret Makkah adalah satu-satunya provinsi yang ditutup 24 jam selama Ramadan, dan tetap berada di bawah jam malam sejak Idul Fitri, dari pukul 15.00 hingga 06.00.

Arab Saudi juga menutup akses penerbangan internasional pada Maret dan mengimbau umat muslim menunda persiapan haji karena kekhawatiran Covid-19. Hal yang sama juga diberlakukan untuk umrah.

Pada tahun lalu ibadah haji diikuti 2,5 juta jamaah dari seluruh dunia. Arab Saudi menerima pemasukan negara sebesar US$12 miliar setiap tahun dari ibadah haji dan umrah.

Dari data terbaru, Arab Saudi mengalami penambahan kasus Covid-19 sebanyak 3.3.93 menjadi total 161 ribu kasus, sementara jumlah kematian mencapai angka 1.307 jiwa. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *