China Rilis 13 Kasus Baru Covid-19

oleh -14 views
KASUS BARU: Warga mengenakan masker saat mereka mengunjungi sebuah mal di Beijing, kemarin. Otoritas kesehatan China melaporkan 13 kasus baru Covid-19. Dari jumlah itu, 11 kasus yang ditransmisikan secara domestik dilaporkan berada di Beijing. FOTO: AFP

BEIJING – Otoritas kesehatan China melaporkan 13 kasus baru Covid-19. Dari jumlah itu, ada 11 kasus lokal dan dua merupakan transmisi dari luar negeri. Dilansir dari Kantor Berita Xinhua, dari 11 kasus yang ditransmisikan secara domestik dilaporkan berada Beijing. Demikian pernyataan Komisi Kesehatan Nasional. Hingga kini, belum ada kasus kematian terkait Covid-19.

Sampai Kamis (25/6), total warga China yang terinfeksi Covid-19 mencapai 83.462 jiwa, termasuk 389 lainnya masih dalam perawatan. Secara keseluruhan ada 78.439 orang telah dinyatakan sembuh dan 4.634 orang lainnya meninggal dunia.

Di hari yang sama, China melaporkan sebanyak 1.895 kasus merupakan transmisi impor. Dari kasus tersebut, 1.811 telah dinyatakan sembuh dan 84 masih dirawat di rumah sakit. Tidak ada kematian dari kasus impor yang dilaporkan.

“Dari kasus itu, kami menemukan lima kasus tanpa gejala (asimptomatik), empat merupakan dari transmisi luar China,” ujar otoritas kesehatan setempat.

Mereka menambahkan, ada 97 kasus tanpa gejala, termasuk 57 berasal dari luar negerai yang hingga kini masih dalam pengawasan medis. Sebelumnya, vaksin corona (Covid-19) yang dikembangkan China memasuki tahap ketiga uji klinis dan akan dilakukan terhadap manusia di Uni Emirat Arab (UEA).

Hal itu merupakan uji klinis pertama di luar negeri untuk vaksin yang dikembangkan China dan menandai pentingnya perkembangan penggunaan dan pemanfaatan vaksin bagi seluruh umat manusia.

Menurut laporan media resmi China, Kamis (25/6), acara pembukaan uji klinis tahap ketiga vaksin inaktif yang dikembangkan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) digelar secara daring di Beijing dan Wuhan serta Abu Dhabi, UEA, pada Selasa (23/6).

Menteri Kesehatan UEA Abdul Rahman Mohammed Al Oweis, telah mengeluarkan surat persetujuan kepada Sinopharm untuk melakukan uji klinis tersebut, demikian pernyataan tertulis Sinopharm.

Kerja sama lintas negara dalam uji klinis tahap ketiga antara Cina dan UEA tidak hanya mencerminkan keberhasilan kerja sama internasional dalam penelitian dan pengembangan vaksin.

Sementara di Hongkong, pemerintah setempat mencatat ada 1.193 kasus yang dikonfirmasi dan tujuh kematian. Di Makau, ada 46 kasus yang dikonfirmasi. Sementara di Taiwan, merilis ada 447 kasus baru termasuk tujuh kematian.

Pasien yang berhasil sembuh terbanyak berada di Hongkong yakni 1.088 pasien. Disusul Taiwan yakni 435 pasien dan Makau 45 pasien. (fin/tgr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *