Penantian Tiga Dekade Akhirnya Kesampaian

oleh -48 views
PESTA: Salah satu fans Liverpool mengibarkan bendera klub kesayangannya usai diapstikan juara Premier League musim 2019/2020. --FOTO: JON SUPER/AP

LIVERPOOL – Tidak ada yang lebih bahagia ketika mengangkat trofi. Itulah yang diungkapkan pelatih Liverpool, Juergen Klopp, meluapkan emosinya saat diwawancarai Sky Sport. Air matanya keluar tak lama setelah Liverpool menyegel gelar juara Premier League musim 2019/2020. Kekalahan Manchester City yang takluk dari Chelsea dengan skor 1-2, Jumat (26/6) dini hari WIB, membuat skuad Josep ‘Pep’ Guardiola tidak mungkin lagi menyalip perolehan poin Liverpool.

Liverpool yang sudah perkasa menempati posisi pertama klasemen musim ini, meraih 86 poin. Sementara City ada di peringkat kedua, tertinggal 23 poin dari The Reds, sebutan Liverpool. Dengan menyisakan tujuh pertandingan lagi, hal yang mustahil bagi The Citizens -julukan City- mengudeta Sadio Mane dkk.

Ini merupakan penantian panjang The Kopp -julukan fans Liverpool- sejak klub asal Merseyside itu mengangkat trofi 30 tahun lalu (musim 1989/1990), dan tepat setahun mereka memenangkan Liga Champions keenam di Madrid.

“Saya tidak bisa berkata-kata lagi. Itu tidak bisa dipercaya. Inilah kebahagiaan kami mengangkat trofi setelah tiga dekade,” ujar Klopp, sambil menitikkan air mata.

Klopp juga berterima kasih kepada legenda Liverpool, Kenny Dalglish dan Graeme Souness yang ikut dalam wawancara virtual tersebut. “Seberapa banyak Kenny mendukung kami, gelar ini juga untuk Anda, Kenny! Anda harus menunggu 30 tahun lagi agar klub Anda bisa memenangkannya,” katanya.

Klopp menyatakan bahwa gelar tersebut adalah permulaan dari perjalanan Liverpool yang luar biasa. “Untuk semua orang di Liverpool, sungguh sebuah perjalanan yang menyenangkan sejak saya tiba. Dan hal ini belum berakhir. Itulah hal bagus (dari keberhasilan ini),” kata Klopp seperti dikutip Mirror.

Gelar ini dia persembahkan untuk legenda Liverpool yang kini menjadi pelatih Glasgow Rangers, Steven Gerrard. Ya, selama membela The Reds, hanya trofi Premier Laegue yang belum dipersembahkannya. “Ini (trofi) untuk Stevie (Gerrard), yang harus menunggu lama dan sekarang sudah kita dapatkan. Mudah bagi saya untuk memotivasi tim karena sejarah kami yang hebat. Dan itu sangat sulit dipercaya. Itu benar-benar tegang, 90 menit dari laga Manchester City (versus Chelsea) yang bisa Anda bayangkan,” katanya.

Dia menyebut bahwa masa-masa ini merupakan saatnya bagi Liverpool menjalani masa kejayaan. Gelar ini turut mengakhiri puasa gelar tim kota pelabuhan yang sudah berlangsung selama 30 tahun. Keberhasilan itu juga tidak lepas dari peran para pemain kunci yang mereka miliki di musim ini.

Terpisah, Gerrard ikut merayakan kesuksesan Si Merah meraih gelar juara musim ini. Stevie juga mengucapkan selamat lewat akun Instagram pribadi @stevengerrard. “Selamat kepada Liverpool. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa dari para skuad yang fantastis. Sejak awal saya yakin skuad berisi pemain-pemain top, yang dipimpin oleh manajer dan tim pelatih kelas dunia akan merebut piala ini,” ujar Gerrard dilansir dari Goal.

“Apresiasi juga diberikan atas kesabaran FSG (Fenway Sports Group, pemilik Liverpool). Dan saya tentu mengucapkan selamat kepada para fans yang sudah sabar menunggu selama 30 tahun. Ini saatnya berpesta,” tutup pria berusia 40 tahun tersebut. (mid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *