Mengenal Subak yang Jadi Ikon Google Doodle Hari Ini

oleh -53 views
SUBAK-BALI
Google Doodle memperingati warisan budaya subak Bali. Foto: Google Doodle

IKON Google doodle yang muncul di halaman utama pencarian hari ini, Senin (29/6), menampilkan gambar Subak. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi publik Indonesia, karena Subak merupakan sistem irigasi pertanian dari Bali.

Lantas apa itu Subak? Berdasarkan wikipedia, Subak merupakan organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali, Indonesia. Subak pada umumnya memiliki pura yang dinamakan Pura Uluncarik atau Pura Bedugul, yang khusus dibangun oleh para pemilik lahan dan petani.

Masih kata wikipedia, pura tersebut diperuntukkan bagi Dewi Sri, yaitu dewi kemakmuran dan kesuburan menurut kepercayaan masyarakat Bali. Sistem irigasi ini diatur oleh seorang pemuka adat (Pekaseh) yang juga adalah seorang petani di Bali.

Doodle tersebut menampilkan kata “Google” berwarna hijau yang ditulis menyerupai subak, di mana di belakangnya terdapat beberapa undakan sawah lainnya.

Sisi kiri terlihat seorang petani memakai caping atau topi yang umum digunakan petani yang terbuat dari bambu. Petani tersebut juga memakai masker penutup wajah dan tengah duduk di atas saung.

Sementara di bagian sisi kanan terlihat pura yang tertutupi kain kotak-kotak hitam putih atau kain catur Bali di bagian bawahnya. Di bagian bawah doodle pun terlihat beberapa tangkai padi yang telah menguning.

Doodle ini dibuat oleh Hana Augustine, seniman berbasis di Indonesia. Lewat doodle tersebut, Hana berharap banyak orang dapat belajar tentang asal usul subak.

“Ketika saya memulai penelitian, saya kagum mengetahui bahwa subak berasal dari negara kami karena banyak negara menggunakan sistem tersebut hari ini. Ketika orang bepergian ke Indonesia atau negara lain dan melihat sistem irigasi ini di sawah, saya harap mereka berkata, ‘Hei! Tahukah kamu bahwa subak berasal dari Indonesia?” ucap Hana dalam sesi tanya jawab bersama Google saat membuat doodle dikutip dari suara.com.

Hana menambahkan, dirinya ingin menyoroti bahwa subak tidak dapat bertahan hidup tanpa kerja keras petani. “Para petani ini sering diabaikan, namun kami mengkonsumsi hasil kerja mereka setiap hari,” ujarnya lagi.

Jaringan kanal, terowongan, dan bendungan dimanfaatkan petani-petani di Bali untuk mempertahankan sawah yang subur dan hidup dalam simbiosis dengan alam selama lebih dari seribu tahun.

Kata subak tidak hanya merujuk pada infrastruktur irigasi, tetapi juga pada tradisi sosial koperasi yang mengelilinginya. Melalui sistem ini, pasokan air yang terbatas dikelola secara damai melalui sekitar 1.200 kolektif petani individu.

Subak dianggap sebagai cerminan dari filosofi Bali kuno Tri Hita Karana, yang berarti tiga penyebab kesejahteraan dan menggambarkan cita-cita, kerohanian, antarpribadi, dan harmoni alam.

Dilansir dari laman resmi Google doodle, ideologi ini diturunkan dari generasi ke generasi sejak sistem subak pertama kali dibuat pada awal abad ke-9.

Doodle ini hanya muncul di Indonesia dan pengguna dapat mengetahui berbagai artikel mengenai subak hanya dengan mengklik ikon doodle yang terpampang di halaman awal pencarian.

Untuk diketahui, Subak masuk daftar situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2012 lalu. Seperti diberitakan, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Windu Nuryanti saat itu menyampaikan, budaya Subak Bali ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia.

“Satu lagi kabar gembira bagi bangsa Indonesia akhirnya budaya Subak Bali sebagai cermin Tri Hita Karana baru saja disetujui untuk ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO,” kata Windu.

Menurutnya, keputusan tersebut ditetapkan melalui sidang Ketok palu di St Pittsbiurg, Rusia, tanggal 20 Juni 2012. Perjuangan Subak menjadi warisan dunia dilakukan setelah melalui proses panjang yatu 12 tahun dan dunia ikut bangga kepada Indonesia. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *