Gubernur Jabar: Boleh Buka 100 Persen untuk Kota Sukabumi Zona Hijau

oleh -85 views
Zona Hijau
ZONA HIJAU: Ridwan Kamil mengumumkan Kota Sukabumi sebagai wilayah zona hijau pertama di Jawa Barat, kemarin. FOTO: HUMAS JABAR FOR RADAR CIREBON

BANDUNG– Kota Sukabumi menjadi satu-satunya Zona Hijau (Level 1) dalam leveling kewaspadaan di Jawa Barat. “Terima kasih untuk pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi yang berhasil meningkatkan semua indeks sehingga menjadi wilayah pertama (di Jabar) yang menjadi Zona Hijau versi penilaian Gugus Tugas kami (Jabar),” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Ridwan Kamil saat konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (29/6).

Adapun Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, menentukan level kewaspadaan masing-masing daerah melalui kajian ilmiah berdasarkan sembilan indeks. Di antaranya laju ODP, PDP, risiko geografis, dan angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19.

Di Zona Hijau, seluruh kegiatan perekonomian boleh dibuka 100 persen, termasuk kegiatan di sekolah secara fisik. Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- pun mengizinkan Pemerintah Kota Sukabumi untuk menyiapkan protokol kesehatan di sekolah dan menyimulasikan bersama gugus tugas.

“Kami izinkan Kota Sukabumi untuk persiapan protokol sekolah karena sesuai aturan, kalau sudah Zona Hijau diperbolehkan melakukan persiapan untuk sekolah fisik dengan protokol yang sangat ketat,” ujar Kang Emil. Meski begitu, Kang Emil mengingatkan bahwa anak-anak merupakan aset paling berharga dalam kehidupan, terutama saat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Sukabumi betul-betul harus menyiapkan protokol ketat demi melindungi anak ketika sekolah. “Momen penting di pandemi Covid-19, yaitu kita menyadari ternyata aset penting kemanusiaan adalah keluarga dan anak-anak,” lanjutnya.

Dalam menyiapkan protokol itu, Kang Emil meminta Gugus Tugas untuk mengawal dan berpesan agar Pemerintah Kota Sukabumi mempelajari kebijakan negara lain yang berhasil maupun gagal saat membuka sekolah.

Kang Emil optimistis, jika protokol dilakukan dengan ketat dan mencontoh metode negara yang berhasil membuka sekolah, maka pembukaan sekokah fisik di Kota Sukabumi akan berjalan maksimal. “Belajarlah dari kegagalan negara lain yang sempat membuka sekolah namun ternyata menemukan klaster sekolah. Dan belajarlah dari negara yang sudah berhasil membuka sekolah secara fisik,” tuturnya.

Selain itu, Kang Emil melaporkan bahwa terdapat beberapa daerah yang turun dari Zona Biru menjadi Zona Kuning. Namun, Gugus Tugas Jabar Kang Emil akan lebih dulu rapat bersama bupati/walikota terkait sebelum mengumumkan ke publik.

Kang Emil berujar, turunnya status tersebut menjadi cermin bahwa kedisiplinan dan kewaspadaan harus tetap tinggi, dan tidak boleh lengah meski memasuki kegiatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). “Ini menjadikan contoh bahwa (daerah) tidak boleh main-main, kewaspadaan tidak boleh lengah,” katanya.

Sementara terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek), Kang Emil menjelaskan, PSBB di lima daerah tersebut mengikuti DKI Jakarta dan masih tetap berlaku hingga 2 Juli 2020. “PSBB Jabar saya tegaskan masih ada, yaitu Bodebek hingga 2 Juli. Setelah itu akan kita evaluasi karena laporan per minggu ini virus masih berputar di wilayah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Gugus Tugas Jabar terus mengejar target 100 persen pengetesan masif di pasar, objek wisata, dan terminal/stasiun sebagai tiga titik paling rawan selama AKB. Saat ini, Kang Emil mengatakan bahwa kapasitas tes di Jabar sudah mencapai 2.000 per hari sehingga dalam seminggu ini pengetesan usap metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menyentuh angka 14 ribu. Totalnya, sudah ada 78.108 tes metode PCR yang dilakukan di Jabar. (mid/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *