Harganas Mementum Perkuat Peran Keluarga

oleh -18 views
f - harganas
kegiatan pelatihan pembuatan face shield (pelindung wajah) dan masker di Gedung Cimahi Techno Park, Kota Cimahi, Senin (29/6/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar)

JAKARTA – Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada Senin (29/6), diharapkan bisa menjadi momentum bersama untuk menumbuhkan kesadaran bagi setiap individu Indonesia. Apalagi di tengah situasi pendemi Covid-19 saat ini, lingkungan keluarga diharapkan bisa menjadi institusi kecil yang dapat menjadi sumber kekuatan untuk pembangunan bangsa dan negara.

Oleh karenanya, pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk bangkit melawan Covid-19 di masa New Normal. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy juga turut mendorong keluarga Indonesia untuk dapat bersatu dan bangkit menghadapi New Normal di tengah pandemi saat ini.

“Keluarga adalah lingkup terkecil dalam kehidupan sosial seseorang. Momentum Harganas di tengah pandemi ini harus betul-betul kita manfaatkan untuk memperkuat peran keluarga dalam upaya melawan Covid-19,” tegas Menko PMK melalui keterangan pers, Senin (29/6).

Survei BKKBN, terhadap 20 ribu keluarga di Indonesia tangguh dalam menghadapi Covid-19 karena mampu menerima, saling mendukung, serta menghindari pertengkaran di masa pandemi ini.

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo nengatakan, di balik tangguhnya keluarga Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19, terdapat peran istri dalam mempertahankan keharmonisan rumah tangga. “Kalau kita tanya siapa yang melakukan pekerjaan di rumah, survei mengatakan 49,1 persen suami istri, tapi 34,3 persen mengatakan istri dominan, 15,9 persen istri saja dominan,” ujar Hasto.

Dia menjelaskan, terkait pengasuhan anak, survei BKKBN menyebut suami dan istri melakukannya bersama-sama (71,5 persen). Sisanya 21,7 persen istri lebih dominan dan 5,8 persen mengatakan istri saja.

Untuk pemenuhan atau pembelian kebutuhan rumah tangga, 53,8 persen keluarga mengatakan bahwa peran tersebut dibagi rata antara suami dan istri. Namun 22,8 persen menyatakan bahwa istri lebih dominan dan 11,1 persen hanya istri saja. Hanya 8,3 persen yang menyebut suami lebih dominan dan 4 persen yang mengatakan hanya suami saja.

Soal bagaimana mengingatkan hidup sehat dalam keluarga, 82,5 persen menyatakan membagi peran tersebut rata antara suami dan istri dengan 12,4 persen mengatakan istri lebih dominan. Kemudian (mengenai) siapa yang mengingatkan berdoa dan beribadah, 86 persen suami istri, tapi 7,2 persen jauh lebih tinggi daripada suami adalah istri.

Hanya dalam mengingatkan berpikir dan berperilaku positif peran suami lebih besar yaitu 5,3 persen. Namun angka ini lebih tinggi sedikit dengan peran istri yaitu 5,2 persen. Sementara 87,9 persen mengatakan bahwa suami dan istri punya peran dalam tugas tersebut.

“Situasi pandemi ini menyebabkan keluarga Indonesia sulit mendapatkan akses untuk pelayanan KB, maka Harganas 2020 diperingati juga dengan melakukan kegiatan Pelayanan KB Sejuta Akseptor yang dilakukan serentak se-Indonesia, mulai dari pelayanan kondom, pil, suntik, IUD, susuk, vasektomi, tubektomi. Harapannya, agar kebutuhan keluarga Indonesia terpenuhi,” ungkap Hasto.

Di masa pandemi ini BKKBN tetap membantu keluarga Indonesia menjadi keluarga yang berkualitas. Keluarga yang mampu berubah menjadi lebih positif, menjaga kesehatan dan kebersihan, hidup hemat, sederhana, tenteram, mandiri, dan terencana.

Melalui masa sulit ini, BKKN juga mengimbau hendaknya keluarga Indonesia jangan berputus asa. “Kita bisa melewati masa sulit ini dengan menyatukan hati dan upaya, menumbuhkan lagi semangat baru yang dimulai dari keluarga, dan untuk keluarga,” tandas Hasto. (dal/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *