4 Warganya Positif Covid-19, Kampung Samadikun Kota Cirebon Langsung Tutup Akses

oleh -14.707 views
Akses-Warga-Ditutup-Cegah-Covid-19
Akses masuk ke RW 01, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon ditutup. FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Perangkat RW 01 dan RW 02, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, menutup akses keluar masuk warga atau pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Penutupan akses dilakukan setelah empat warganya yang masuk klaster Samadikun itu dinyatakan positif Covid-19.

Pantauan radarcirebon.com, akses jalan keluar-masuk di Kampung Samadikun tersebut ditutup menggunakan portal kayu. Pada portal tertulis: Mohon maaf ditutup sementara selama 14 hari, menggunakan huruf kapital.

Akses masuk tersebut dijaga ketat oleh warga setempat dan petugas Babinsa serta Bhabinkamtibmas untuk menyekat arus keluar masuk orang atau barang.

Baca juga:

Gawat, Pasien Positif Kota Cirebon Kini Tambah 7

Waduh, Kasus Positif Covid-19 di Kota Cirebon Tambah 2 Lagi

Kasus Covid-19 Kota Cirebon Jadi 23 Pasien Positif, 8 Sembuh, 2 Meninggal

“Penutupan akses masuk ini sudah empat hari lalu hingga 14 hari ke depan. Hal itu dilakukan agar tak ada warga yang keluar masuk ke kampung ini,” ujar Suyanto selaku Ketua RW 02, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (3/7).

Dikatakan Suyanto, bahwa ada 4 warga di Kelurahan Kebon Baru yang dinyatakan positif Covid-19. Rinciannya, di RW 02 terdapat 1 orang. Sedangan di RW 01 ada 3 orang.

“Mereka ini masih satu keluarga dan kakak beradik. Semuanya sudah diisolasi ke rumah sakit,” katanya.

Menuturkan Suyanto, keempat warga tersebut sebelumnya melakukan perjalanan dari Madura.

“Sebelum ke Cirebon dari Madura, mereka sempat mampir ke Brebes. Mereka sudah menetap di sini (Kebon Baru, red) sudah tahunan,” tuturnya.

Sementara itu, Sudirman Ketua RW 01, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, mengungkapkan, warganya merasa resah dengan adanya kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya.

“Kalau di RW saya itu yang positif bapak sama anak-anak. Akses masuk ke RW 01 sengaja kami tutup selama 14 hari. Dan kami juga mewajibkan warga di sini menggunakan masker,” ungkapnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *