Kebebasan yang Bertanggung Jawab, Uruguay Taklukkan Corona

oleh -134 views
presiden-uruguay-luis-lacalle-pou-afp-photo_169
Presiden Uruguay Luis Lacalle Pou (AFP Photo)

MONTEVIDEO – Uruguay berhasil menaklukkan wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Tanpa lockdown, tetapi dengan kebebasan yang bertanggung jawab.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2/7/2020), baru-baru ini beredar foto Presiden Uruguay Luis Lacalle Pou yang sedang berselancar di pagi hari menjelang rapat kabinet.

Hal ini melambangkan bahwa kebijakan pemerintahannya soal “kebebasan dengan tanggung jawab” dalam mengendalikan pandemi Covid-19 terbukti berhasil.

Pria berusia 47 tahun itu muncul dari laut Atlantik Selatan dengan pakaian selam dengan papan selancar sembari tersenyum.

Foto itu menjadi berita pada Selasa (30/6), ketika Eropa membuka kembali perbatasannya bagi 15 negara. Uruguay adalah satu-satunya negara Amerika Latin yang masuk dalam daftar itu.

Dengan kurang dari 1.000 kasus virus Corona dan hanya 27 kematian, negara berpenduduk 3,4 juta orang itu merupakan pengecualian di wilayah Amerika Latin yang telah menjadi pusat krisis kesehatan global.

Uruguay saat ini hanya memiliki 83 kasus aktif, sementara negara tetangganya, Brasil adalah negara yang paling parah terdampak Corona di dunia setelah Amerika Serikat.

Keberhasilan ini sangat luar biasa karena tidak pernah ada lockdown resmi. Ternyata ada jurus jitu yang dipakai.

Di tengah penutupan aktivitas industri dan sekolah, serta penutupan perbatasan, para pejabat hanya menyerukan orang-orang untuk tetap tinggal di dalam rumah dan secara ketat mematuhi jarak sosial.

Pesan itu secara terus-menerus disebarkan lewat media. Bahkan petugas sampai mengumumkannya dari atas helikopter.

Lacalle Pou mengatakan bahwa dirinya lebih memilih “kebebasan individu” yang disertai tanggung jawab. Seruan untuk isolasi diri pun diikuti secara luas oleh masyarakat.

Sementara itu, spesialis penyakit menular, Alvaro Galiana mengaitkan keberhasilan Uruguay dengan pelacakan awal.

“Kemunculan awal kasus-kasus diketahui dengan baik, pada saat sirkulasi virus dalam populasi masih sangat terbatas, yang menyebabkan langkah-langkah memadai pun bisa dilaksanakan – bahkan jika pada saat itu mereka tampak berlebihan – tepat di awal tahun ajaran baru sekolah,” kata Galiana.

Selain itu, Uruguay juga diuntungkan oleh kondisi demografinya, mengingat kepadatan penduduk yang rendah dan tidak adanya pusat-pusat kota besar di luar ibu kota Montevideo. (yud/AFP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *