Kalung Anti Virus Corona Jadi Sorotan Publik

oleh -168 views
Kalung-anti-virus-corona
Kalung antivirus corona dari tanaman eucalyptus. Foto: Dok/Kementan

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) bakal memproduksi kalung anti virus corona dari tanaman eucalyptus atau astiri secara masal pada Agustus mendatang. 

Kendati demikian, publik meresponsnya dengan penuh keraguan dan tanda tanya. Apakah kalung tersebut efektif menbunuh virus?

Mengenai berbagai pandangan dan komentar terhadap produk ini, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan, hal itu diserahkan kepada preferensi masing-masing. 

“Isi kalung itu sama dengan yang ada di roll on dengan teknologi nano,” jelas dia.

Ia menekankan, meski nantinya menggunakan ini, masyarakat diharapkan tetap patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Tetap harus pakai masker dan menjalankan protokoler Covid-19,” kata Fadjry.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengklaim dari hasil laboratorium, ada satu jenis eucalyptus yang efektif membunuh COVID-19.

“Ini sudah dicoba. Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen,” tutur Mentan Syahrul Yasin Limpo usai menemui Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kantor Kementerian PUPR, Jakarta.

Eucalyptus memang digadang-gadang menjadi anti virus Corona.

Untuk memperbanyak produksinya, Kementan menggandeng PT Eagle Indo Pharma atau produsen Cap Lang. Penandatanganan perjanjian produksi kalung itu dilaksanakan di Bogor pada pertengahan Mei 2020 lalu.

Eucalyptus selama ini dikenal mampu bekerja melegakan saluran pernapasan, menghilangkan lendir, mengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut.

Minyak atsiri eucalyptus citridora bisa menjadi antivirus terhadap virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

Penemuan tersebut disimpulkan melalui uji molecular docking dan uji in vitro di Laboratorium Balitbangtan. 

Virologi Kementan pun sudah melakukan penelitan sejak 10 tahun lalu dan tak asing dalam menguji golongan virus corona seperti influenza, beta corona dan gamma corona. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *