Besok, Ribuan Santri Kepung DPRD Kabupaten Cirebon

oleh -16.847 views
gedung-dewan-kabupaten-cirebon
Gedung DPRD Kabupaten Cirebon. Foto: Dok. Radar Cirebon

CIREBON – Ribuan santri se-Kabupaten Cirebon akan mengepung gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (7/7). Rencana aksi para santri tersebut karena pernyataan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Hermanto yang menyinggung IMB pesantren.

Kordinator Lingkar Santri Cirebon (LSC) Ahmad Ibnu Ubaidilah mengatakan, mengakomodir para santri yang ada di pondok pesantren di wilayah timur, barat, dan utara. Sebab, mereka merasa tersinggung dengan statemen Hermanto.

“Estimasi masa yang akan melakukan aksi di DPRD mencapai ribuan. Banyak yang prihatin termasuk jejaring alumni,” kata pria yang akrab disapa Kang Inu itu kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, Hermanto salah tafsir soal pesantren. Yang akhirnya, membuat kelompok pesantren kecewa dan dirugikan. “Kami ini menjaga marwah pesantren dan kiai. Karena statemen oknum anggota DPRD (Hermanto, red) sudah keterlaluan,” jelasnya.

Inu menyebutkan, tuntutan dari aksi ribuan santri nanti tidak jauh agar oknum anggota DPRD untuk memberikan efek jera. Karena harusnya, masalah izin mengenai bangunan (IMB) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) tidak merambah ke pesantren. Karena sama dengan pengaburan isu.

“Fokus saja UMC. Jangan melebar ke kami. Kenapa sampelnya harus pesantren yang jadi kambing hitam. Ini urusannya sudah SARA. Jangan anggap remah pesantren. Sebetulnya punya kepentingan apa Hermanto dengan pesantren,” jelasnya.

Dia meminta, Hermanto untuk mencabut statementnya yang telah melukai insan pondok pesantren di sabut di hadapan publik. Meskipun sejauh ini Hermanto sudah silaturahmi ke kiai-kiai.

“Kami merasa keberatan karena dinilai membangkang. Ingat sebelum ada negara, pesantren sudah lahir terlebih dahulu. Bahkan, kita yang membentuk negara dan memberikan kontribusi kepada negara,” pungkasnya. (sam)

2 thoughts on “Besok, Ribuan Santri Kepung DPRD Kabupaten Cirebon

  1. Statement yang sekiranya mengarah pada diskriminasi sejauh mungkin bisa dihindari dan tidak harus keluar dari wakil rakyat yang nota bene dipilih dari suara rakyat. Wakil rakyat seyogyanya bisa membantu rakyat dalam semua lini kehidupan bukan malah memperkeruh keadaan. Bersikap dewasa dan berfikir secara holistik menjadi ciri yang harus melekat pada pribadi wakil rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *