Juni, Kota Cirebon Alami Inflasi 0,45%

oleh -50 views
Ilustrasi Inflasi

CIREBON – Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Sebaliknya, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Di Juni 2020 ini, Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,45 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,11. Dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi (0,48 persen) dan terendah di Kota Depok (0,10 persen).

Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri menuturkan, delapan dari sebelas kelompok pengeluaran, mengalami inflasi. Satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Dan, dua kelompok pengeluaran tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar terbesar yakni 1,10 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Juni 2020 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,31 persen.

“Komoditas dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu daging ayam ras, jeruk, susu cair kemasan, bumbu masak jadi, jagung manis, telur ayam ras, kacang panjang, susu bubuk untuk balita, dan lada/ merica,” tuturnnya.

Kemudian, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi sebesar 0,10 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah baju muslim anak, mukena, blus anak, kemeja panjang katun wanita, dan seragam sekolah pria. Lalu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu pasir. Adapun kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga pada Juni 2020 memberikan andil sumbangan inflasi sebesar 0,03 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu pengharum cucian/ pelembut, kipas angin, handuk, sabun deterjen bubuk/ cair, dan piring. Sedangkan untuk kelompok kesehatan, memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi adalah obat gosok, kacamata plus & minus, dan obat maag,” jelasnya.

Selanjutnya, kelompok transportasi memberikan andil/ sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/ sumbangan inflasi adalah tarif kendaraan travel dan tarif kendaraan roda 4 online.

Untuk kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya memberikan andil/ sumbangan inflasi sebesar 0,03 persen dengan komoditas yang memberikan andil inflasi yaitu kolam renang. Adapun kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu biaya fotokopi, shampo, pasta gigi, krim wajah, tissu, tarif gunting rambut pria, hand body lotion, bedak bayi, dan pembalut wanita.

“Yang mengalami deflasi kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan komoditas yang dominan memberikan andil/ sumbangan deflasi adalah telepon seluler,” terangnya.

Sementara itu, kelompok pendidikan dan penyediaan makanan serta minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks harga. (apr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *