Amuba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

oleh -76 views
Petugas laboratorium mengambil sempel pada vaksin eksperimental untuk Covid-19 di dalam laboratorium Ruang Budaya Sel yang difasilitas Biotech Sinovac di Kota Beijing, Cina. Setelah Wuhan, Hubei, Kota Beijig kembali digegerkan dengan merembertnya Virus Corona. (Foto: Nicolas Asfouri/Afp)

JAKARTA – Di saat pandemi virus corona masih terus menyebar, potensi kembalinya virus mematikan jelas merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.

Departemen Kesehatan Florida (DOH), Amerika Serikat (AS) mengatakan, satu orang di Hillsborough County telah terinfeksi Naegleria fowleri, sejenis ameba mikroskopis bersel tunggal dapat menyebabkan infeksi otak, dan biasanya berakibat fatal.

DOH tidak menjelaskan di mana pasien itu terinfeksi, atau bagaimana kondisinya saat ini. Naegleria fowleri tidak bisa ditularkan dari manusia ke manusia.

Infeksi ameba itu biasanya terlihat di negara bagian AS selatan. Kasus semacam itu jarang ditemukan di Florida di mana hanya 37 kasus telah dilaporkan sejak 1962.

Namun, mengingat konsekuensi infeksi yang berpotensi mematikan, DOH telah mengeluarkan peringatan kepada penduduk Hillsborough County pada 3 Juli.

Pejabat kesehatan mendesak penduduk setempat untuk menghindari kontak hidung dengan air dari keran dan sumber lainnya. Pasalnya, Ameba itu biasa ditemukan dalam air tawar hangat, memasuki tubuh melalui hidung.

Ini termasuk badan perairan terbuka seperti danau, sungai, kolam dan kanal, di mana infeksi lebih mungkin terjadi pada musim panas yang lebih hangat di bulan Juli, Agustus dan September.

Mereka yang terinfeksi Naegleria fowleri memiliki gejala termasuk demam, mual dan muntah, serta leher kaku dan sakit kepala. Sebagian besar dari pasien tewas dalam waktu seminggu.

DOH telah mendesak orang-orang yang mengalami gejala-gejala itu untuk “segera mencari perawatan medis, karena penyakit ini berkembang dengan cepat.

“Ingat, penyakit ini jarang terjadi dan strategi pencegahan yang efektif dapat memungkinkan musim berenang musim panas yang aman dan santai,” demikian peringatan dari DOH yang dilansir BBC. (der/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *