Bukan Malam Ini tapi Selasa Dini Hari, Warga Kertasura dengan Pegagan Lor Kapetakan Terlibat Tawuran

oleh -38.551 views
Tawuran-Warga-Kertasura-dengan-Pegagan-Lor
Petugas keamanan berjaga-jaga di perbatasan antara Desa Pegagan Lor dengan Kertasura Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, untuk menghindari tawuran susulan, Selasa (7/7) malam. Foto: Istimewa

CIREBON – Beredar isu tawuran antara warga Desa Kertasura dengan Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Selasa (7/7) malam. Setelah diverifikasi, yang terlibat tawuran antara warga Desa Kertasura dengan Desa Pegagan Lor, Selasa (7/7) dini hari.

Slain itu, beredar video yang berdar di media sosial Watshapp memperlihatkan tawuran antarwarga. Dalam keterangan video disebutkan tawuran antar warga di dua desa Kecamatan Kapetakan tersebut.

Setelah diverifikasi, video tersebut merupakan kejadian tawuran antarwarga di Bogor. Video itu ditemukan di unggahan Youtube dengan titimangsa setahun yang lalu.

Sehingga video yang beredar di Watshapp yang menunjukkan bahwa aksi tawuran warga Pegagan Lor/Kidul dengan Kertasura tidak benar.

Kejadian sebenarnya, berdasarkan keterangan salah satu tokoh masyarakat Desa Pegagan Kidul, Ahmad Junaidi, menyebutkan, warga yang terlibat tawuran merupakan warga Desa Pegagan Lor dengan Desa Kertasura. Kejadiannya Selasa (7/7) dini hari.

Sementara Selasa (7/7) malam, tidak sampai terjadi tawuran susulan. Karena petugas keamanan berjaga-jaga untuk mencegah tawuran susulan.

Saat ini, kondisi sudah kondusif. “Walaupun tidak sampai terjadi tawuran susulan, petugas tetap siaga berjaga-jaga,” kata Ketua MWC NU Kapetakan tersebut.

Baca juga:

Brimob Patroli Antisipasi Tawuran Susulan Antarwarga Sirnabaya dengan Purwawinangun

Sebulan yang lalu, tawuran terjadi antara warga Blok Larik Desa Sirnabaya, Kecamatan Gunungjati dengan Blok Pabean Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala, Minggu (14/6). Bahkan tawuran meluas menjadi tiga desa.

Di hari yang sama, tawuran juga terjadi di Blok Karang Baru Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati dengan Blok Sipalsa Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala. Dalam peristiwa tawuran yang melibatkan warga tiga desa itu, tidak sedikit yang menjadi korban.

Beberapa warga mengalami luka terkena anak panah. Bahkan masih menancap saat dibawa ke rumah sakit.

Selain itu, kerugian material juga dialami sebagian warga yang rumahnya rusak parah karena menjadi medan tawuran. Bahkan aksi penjarahan isi rumah terjadi selama tawuran.

Sebelumnya, Selasa (9/6) dini hari, tawuran antarwarga Desa Sirnabaya dengan Purwawinangun pecah. Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *