Perlu Tes Masif di Kawasan Industri

oleh -22 views
f - industri (1)
MASAL: Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Gugus Tugas Kabupaten Bekasi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menggelar swab test di Kawasan Perumahan Kancil, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/7). FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar

BEKASI – Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat menyiapkan 1.000-2.000 swab test atau tes usap dengan metode PCR untuk pelacakan pada klaster industri di Kabupaten Bekasi. Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian Masal, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Siska Gerfianti mengatakan, pihaknya sedang mengidentifikasi klaster industri sekaligus mencegah sebaran virus.

“Karena ada kenaikan kasus dari Kabupaten Bekasi, maka Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat kerja sama dengan Gugus Tugas Kabupaten Bekasi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menggelar tes masif,” kata Siska di Kawasan Perumahan Kancil, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/7).

Tes masif pada kawasan industri digelar di empat lokasi. “Hari ini (kemarin, red), berapa pun yang berkenan untuk diperiksa sesuai dengan hasil tracing, kami akan periksa,” ucap Siska.

Siska menyatakan, jika ada warga terkonfirmasi positif, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai prosedur kesehatan.

Menurut Siska, selain sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pengetesan masif akan mendapatkan peta persebaran yang komprehensif, membatasi ruang gerak SARS-CoV-2, melacak kontak terpapar, dan mendeteksi keberadaan virus. Maka itu, dia meminta masyarakat untuk tidak takut mengikuti swab test.

“Karena ini wujud bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat sayang dan care kepada warganya. We testing you because we care,” ucapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Irfan mengakatan, tes masif digelar sebagai deteksi dini.

“Kita jaga. Kalau kita temukan case-nya di awal-awal, ini akan lebih memudahkan kita dalam melakukan treatment,” kata Irfan. (mid/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *