Mengenal Tradisi Gelar Keturunan Kasultanan Kasepuhan Cirebon

oleh -1.264 views
Sultan-Sepuh-PRA-Arief-Natadiningrat
Penobatan putra mahkota calon pengganti Sultan Sepuh XIII Kasultanan Kasepuhan Cirebon kepada Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, 15 September 2001. FOTO: DOK.KERATON KASEPUHAN

CIREBON – Kasultanan Kasepuhan Cirebon memiliki tradisi gelar yang dipakai dan digunakan untuk ketrurunannya.

Tradisi ini setidaknya lazim berlaku di seluruh kerajaan se-Nusantara yang masih eksis hingga kini.

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat mengatakan, dirinya mendapat gelar Elang Raja semenjak lahir.

“Pada waktu saya lahir, saya diberi gelar Elang Raja. Pada waktu sudah menikah saya gelarnya menjadi Pangeran Raja, dan pada waktu dinobatkan sebagai calon pengganti sultan sepuh XIII diberi gelar Pangeran Raja Adipati. Kemudian pada acara penobatan putra mahkota 15 September 2001. Pada waktu ayahanda saya wafat 30 April 2010 saya menjadi Sultan Sepuh XIV,” terangnya kepada radarcirebon.com.

Sultan menjelaskan, gelar diberikan kepada keluarga dari turunan laki-laki.

“Di Kasultanan Cirebon biasa menggunakan gelar Elang dan Pangeran serta Ratu. Kalau bapaknya Elang atau Pangeran maka anaknya yang laki-laki bisa menyandang gelar Elang atau Pangeran, sedangkan anaknya yang perempuan menyandang gelar Ratu. Sedangkan untuk anak Sultan ditambah gelar Raja menjadi Elang Raja, Pangeran Raja dan Ratu Raja kalau lahir dari permaisuri. Tapi kalau lahir dari selir tidak menyandang gelar Raja, tapi Mas, menjadi Elang Mas, Pangeran Mas dan Ratu Mas,” jelasnya.

Sultan mengungkapkan, Kasultanan Kasepuhan Cirebon khususnya menganut nasab laki-laki. Maka, anak dari seseorang bergelar Ratu dianggap telah putus hak gelarnya.

“Kalau dari anak Ratu, sudah putus hak gelarnya, karena kita menganut nasab laki-laki dan diberi gelar Raden baik untuk anak laki laki maupun anak perempuan. Itulah tradisi yang ada di Kasultanan Kasepuhan Cirebon. Tradisi ini masih digunakan dalam pembuatan silsilah,” ungkapnya.

Masih kata PRA Arief Natadiningrat, belum menobatkan secara khusus kepada Pangeran Raja Luqman Zulkaedin sebagai putra mahkota Kasultanan Kasepuhan Cirebon.

“Secara khusus penobatan kepada Luqman belum. Tapi, dalam acara selamatan ibadah haji, di depan para wargi saya menyerahkan anugerah calon pengganti saya dengan gelar Pangeran Raja Adipati kepada Luqman. Pemberian gelar itu dilakukan untuk berjaga-jaga kalau-kalau saya tak kembali dari ibadah haji saat itu,” pungkasnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *