Tol Kanci-Pejagan Rugi Ratusan Miliar

oleh -526 views
Tol Kanci-Pejagan

CIREBON – Imbas Covid-19 PT Semesta Marga Raya (SMR) yang merupakan pengelola Tol Kanci-Pejagan mengakui mengalami kerugian hingga mencapai ratusan miliar. Penyebabnya beberapa momen seperti Idul Fitri jauh dari target yang sudah ditentukan.

Direktur Utama PT SMR, Supriyono kepada Radar mengungkapkan efek Corona sangat berimbas negatif kepada perusahaannya. “Dampaknya memang sangat luar biasa. Satu-satunya revenue kita dari lalu lintas harian rata-rata dari orang yang lewat dan membayar,”ujarnya.

Menurut Supriyono, pengguna jalan tol merosot tajam imbas. “Lalu lintas harian biasa yang normal itu kita rata-rata 29 ribu. Sekarang di bawah 20 ribu. Bahkan di bulan puasa menjelang lebaran itu rata-rata hanya 6 ribu dari target kita 55 ribu,” keluhnya.

Imbas pengguna tol yang sepi sehingga perusahaannya mengalami kerugian besar. “Pada saat momen lebaran saja kita minus pendapatannya sampai Rp60 miliar. Kita perkirakan nanti sampai akhir tahun kira-kira akan minus Rp200 miliar dari pendapatan yang seharusnya Rp360 sampai Rp400 miliar,” bebernya.

Karena mengalami kerugian mencapai ratusan miliar membuat pihaknya akan melakukan upaya relaksasi bunga bank. “Kita ingin merelaksasi mengajukan ke bank untuk mundur sebagian dari bunga bank, sehingga angsurannya tidak begitu berat,”ujarnya.

Namun demikian Supriyono tetap memastikan kewajiban berupa gaji karyawan masih mampu terpenuhi. “Kewajiban terhadap karyawan kita tidak ada perubahan. Bahkan malah kita lebih karena kita memfasilitasi untuk imun menjaga kesehatan, seperti vitamin dan APD,”ungkapnya.

Pihaknya sudah memulai melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tol yang dikelolanya. “Saya memohon semuanya baik pengguna jalan, karyawan dan stekholder untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena itu real,”ujarnya.

Namun diakui Supriyono yang paling sulit melalukan AKB dengan protokol Covid-19 yakni di rest area. “Yang paling urgen ini sebenarnya di rest area, karena ini sangat berpengaruh dan kedisiplinan sangat kurang,”uajrnya.

Meskipun demikian pihaknya akan terus menekankan agar rest area mematuhi seluruh protokol Covid-19. “Protokol kesehatan di rest area tetap dilaksanakan. Misalnya toilet dikasih jarak. Begitu juga di musala. Cuma sepertinya di rumah makan kurang disiplin. Karenanya kita ingin memperketat jangan sampai ada klaster rest area,”pungkasnya. (den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *