Indonesia Emas 2030 Bisa Tercapai, Ini Catatan Sandiaga Uno

oleh -35 views
sandiaga-uno-indonesia-emas
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno. Foto: Dok/RIB

JAKARTA – Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi. yakni fase di mana jumlah penduduk usia produktif berusia 15-64 tahun lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif pada pada 2030 mendatang.

Berdasarkan data Bappenas, jumlah penduduk usia produktif ini diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Karena itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno mengingatkan, bonus demografi yang terjadi di Indonesia tersebut bisa menjadi bencana demografi bila tidak ada langkah antisipasinya. Salah satu yang harus dipersiapkan dari sekarang menurut Sandi adalah investasi di dunia pendidikan.

Sandi memaparkan bahwa penduduk Indonesia yang tahun 2019 ini berusia 7 tahun, rata-rata mereka berharap bisa mengikuti pendidikan 12 tahun atau hanya hanya lulusan SMA- sederajat.

“Bonus demografi itu akan berubah menjadi bencana demografi kalau kita tidak bisa mengubah bahwa mayoritas anak usia 7 tahun ini cuma dapat pendidikan 12 tahun kedepan,” kata Sandi dalam keterangan tertulisnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berharap pemerintah dan semua pihak benar-benar memikirkan masa depan mereka, sehingga bonus demografi menjadi peluang dan cita-cita Indonesia Emas 2045 terwujud.

“Mereka harus dapat kesempatan pendidikannya minimal sampai S1 (sarjana) selesai, dan sebagian S2 (magister) dan akhirnya S3 (doktor). Jadi bonus demografi itu bisa jadi bencana kalau kita gak invest di pendidikan. Jadi kita harus berikan kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi,” harap Sandi.

Pengagas Rumah Siap Kerja ini juga menyebutkan, saat ini porsi tenaga kerja lulusan pendidikan menengah ke atas sangat minim. Hal itu disebabkan keterampilan dan skill set mereka yang sangat terbatas. Dengan adanya investasi di dunia pendidikan anak-anak saat ini akan memiliki kesempatan kerja yang berkulitas di 2045 mendatang.

“Jadi ini perlu kita tingkatkan sehingga di 2045 di Indonesia Emas mereka punya kesempatan untuk mendapatkan lapangan kerja baru dan berkualitas sesuai revolusi industri 4.0,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sandi Uno juga mendorong agar anak-anak diajarkan berwirausaha atau entrepreneur sejak usia dini. Sehingga juga dibutuhkan guru atau pendidik yang juga berjiwa entrepreneur atau teacherpreneurship.

“Untuk melahirkan entrepreneur diperlukan sosok entrepreneur, yaitu para guru, para pendidik yang memastikan proses belajar-mengajar di anak-anak usia dini itu sudah memasukan konsep teacherpreneurship,” kata Sandi. (yud/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *