Anjing Pelacak Endus Pelaku Pembunuhan Editor Metro Tv

oleh -121 views
editor-metro-tv-dibunuh
Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan proses evakuasi dan identifikasi mayat editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggi To JORR jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

JAKARTA – Pelaku pembunuh Editor Metro Tv, Yodi Prabowo belum terungkap. Untuk melakukan penelusuran kasus dugaan pembunuhan ini, polisi turut mengerahkan anjing pelacak jenis K9 untuk melacak jejak pelaku pembunuh Yodi.

Kerja awal anjing pelacak K9 mulai terlihat. Awalnya anjing pelacak K9 digiring polisi ke tempat kejadian perkara (TKP).

Di sana K9 langsung melakukan tugasnya dengan mengendus-endus TKP. Kemudian, polisi menciumkan 2 alat bukti, pisau dan baju korban ke hidung K9.

Usai mengendus-endus 2 alat bukti, anjing pelacak K9 lantas mengarahkan polisi ke sebuah gang kampung di dekat TKP. Dua kali proses pelacakan, anjing itu berhenti di sebuah warung yang jaraknya sekitar 500 meter dari TKP penemuan jenazah Yodi.

Lalu, seperti apa cara anjing pelacak K9 membantu polisi dalam mengunkap kasus? Dikutip dari laman BNN, anjing pelacak K9 tidak hanya dilibatkan pada kasus kriminal umum saja.

K9 juga diterjunkan bersama pawang dan anggota kepolisi untuk mengungkap kasus narkoba dan bahan peledak. Dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, BNN dilengkapi oleh alat dan prasarana yang memadai, salah satunya adalah adanya anjing pelacak narkotika atau anjing K-9.

Saat ini terus dilakukan penyelidikan kasus pembunuhan Editor Metro TV, Yodi Prabowo. Hingga Sabtu, 11 Juli 2020 belum terungkap siapa sosok pembunuh Yodi Prabowo.

Mayat Yodi Prabowo ditemukan di Jalan Tol JORR Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat, 10 Juli 2020. Mendiang Yodi sempat dikabarkan hilang selama tiga hari sejak Selasa, 7 Juli 2020, sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto mengatakan, olah TKP dilakukan polisi hingga dua kali. Polres Metro Jakarta Selatan berkerja sama Mabes Polri demi mengungkap kasus tersebut.

“Kami koordinasi dengan Mabes Polri, rekan Polda, kemudian Polsek. Intinya kami cek ulang merunut bagaimana korban maupun diduga pelaku pada saat kejadian,” kata Irwan.

Diduga korban tewas karena adanya luka tusuk di bagian leher dan dada. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *