Cegah Penularan Covid-19 di TPI

oleh -30 views
SOSIALISASI: Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyosialisasikan protokol kesehatan kepada nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Sejati, Kabupaten Indramayu, Selasa (14/7). --FOTO: BIRO HUMAS DAN KEPROTOKOLAN SETDA PROVINSI JABAR

INDRAMAYU – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyosialisasikan protokol kesehatan kepada nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Sejati, Kabupaten Indramayu, Selasa (14/7). Tujuannya menekan potensi penularan Covid-19 di TPI.

Uu menyatakan, kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun, amat penting dalam menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Dia meminta pengurus TPI untuk melakukan disinfeksi secara rutin.

“Komunikasi sangat dibutuhkan. Saya berharap semua sehat, memperkuat protokol kesehatan di mana pun dan dalam aktivitas apapun,” kata Uu.

“Covid-19 belum ada obat atau vaksinnya. Maka, akan sulit untuk meniadakan Covid-19. Untuk mencegah sebaran Covid-19, terapkanlah protokol kesehatan,” imbuhnya.

Menurut Uu, bantuan sosial (bansos) provinsi merupakan perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar kepada masyarakat terdampak Covid-19. “Bantuan yang diberikan kami kepada bapak/ibu, tidak akan memuaskan. Yang dapat bansos belum puas, apalagi yang belum dapat masih banyak,” ucapnya.

Meski begitu, Uu berharap bansos provinsi dapat meringankan beban masyarakat Jabar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dia meminta masyarakat menguatkan keimanan dan ketakwaan. “Kehidupan kami akan semakin tenang, duniawi semakin tercukupi,” katanya.

Asisten Daerah (Asda) Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman mengatakan, sekitar 22 ribu Kepala Keluarga (KK) mendapatkan bansos dari delapan pintu bantuan yang ada, termasuk bansos provinsi.

“Di Kabupaten Indramayu tidak ada penolakan apapun dari semua elemen termasuk dari masyarakat,” kata Maman. “Untuk penyaluran bantuan provinsi terus berjalan, dan di Kabupaten Indramayu dengan para camat dan kades mendukung,” tambahnya.

Maman melaporkan, pendataan penerima bansos bukan hal mudah. Validasi data sempat menjadi persoalan di Indramayu. Dia memastikan, pihaknya akan terus memuktahirkan data penerima bansos.  “Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak Wakil Gubernur Jawa Barat di Desa Limbangan, salah satu desa nelayan di Indramayu,” katanya. (mid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *