Antarkader Partai Golkar Indramayu Nyaris Bentrok, Polres Ambil Alih Kuasi Sekretariat

oleh -1.929 views
Antarkader-Golkar-Indramayu-Nyaris-Bentrok
Antarkader yang mengakui musyawarah daerah (musda) dengan yang tidak mengakui hasil musda DPD Golkar Indramayu nyaris bentrok di halaman Sekretariat DPD Partai Golkar Indramayu, Jumat (25/7). Foto: Jamal/radarindramayu.id

INDRAMAYU – Kisruh DPD II Partai Golkar Kabupaten Indramayu kian memanas. Antarkader yang mengakui musyawarah daerah (musda) dengan yang tidak mengakui hasil musda DPD Golkar Indramayu nyaris bentrok di halaman Sekretariat DPD Partai Golkar Indramayu, Jumat (25/7).

Pantauan di lapangan, puluhan kelompok yang tidak mengakui hasil musda dan tetap berpedoman kepada SK kepengurusan baru yang dikeluarkan DPD I Provinsi Jabar itu berusaha masuk ke ruangan sekretariat. Namun, mereka di halang-halangi oleh petugas Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang pro hasil musda.

Suasana pun semakin memanas setelah kantor DPD Golkar dipaksa dibuka oleh kepengurusan yang baru dengan Plt Sekretaris Partai Golkar Indramayu, Hilal Hilmawan. Suasana pun mulai mendingin setelah Ketua MPC PP H Daniel Mutaqien ST menenangkan massa dan dari Polres Indramayu langsung mendatangi lokasi.

“Sebenarnya saya beserta kader Partai Golkar hanya berkunjung ingin melakukan aktivitas biasa saja. Seperti kader-kader yang lainnya melakukan kegiatan di Sekretariat DPD Partai Golkar. Karena ini rumah kita bersama. Apalagi saya sudah mendapatkan Surat Keputusan baik dari DPP maupun DPD Provinsi. Jadi, saya beraktivitas di rumah sendiri,” ujar Daniel Mutaqien Syafiuddin yang saat ini tengah menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar itu.

Terkait dengan Musda DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu, berdasarkan pengakuan dari Pengurus DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, Daniel menilai hasil musda yang memenangkan Syaefuddin sebagai ketua terpilih secara aklamasi kemarin tidak sah.

“Iya, saya mendapatkan informasi dari Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tentang keabsahan hasil Musda kemarin itu tidak sah. Karena perwakilan dari DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tidak ada yang hadir menyaksikan secara langsung gelaran Musda tersebut,” tandas Daniel kepada wartawan.

Situasi sempat tegang akibat pendobrakan secara paksa pintu masuk Sekretariat DPD Partai Golkar Indramayu yang masih dalam keadaan terkunci.

“Tidak, itu hanya miskomunikasi saja. Tadi pas saya mau masuk, kuncinya hilang entah ke mana. Jadi, saya buka dengan cara lain. Nanti saya akan ganti yang baru,” tukasnya.

Turun mengamankan di Sekretariat DPD Partai Golkar Indramayu, yakni belasan anggota dari jajaran Polres Indramayu. Khawatir terjadi kerusuhan yang tidak diinginkan.

“Ini adalah konflik internal dari dua kubu kader Golkar yakni kubu Daniel dan Syaefuddin. Pada prinsipnya kita hadir untuk menjaga Kamtibmas lingkungan supaya tetap kondusif di musim Pilkada ini. Selanjutnya kita mengambil tindakan untuk mengamankan sementara Sekretariat DPP Partai Golkar sampai keduanya benar-benar kembali normal,” pungkas Kapolres Indramayu AKBP Suhermnto kepada wartawan. (jml/mgg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *