Datangi Wilayah Klaster Plered, Bupati Minta Masyarakat Jangan Panik

oleh -839 views
Covid-19-Klaster-Plered
Bupati Cirebon beserta rombongan datang langsung ke Trusmi untuk melihat penanganan klaster Plered, Selasa (28/7). FOTO: ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON

CIREBON – Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Plered yang terjadi beberapa hari yang lalu mengundang perhatian Bupati Cirebon, Imron. Ia mendatangi wilayah klaster Plered.

Bupati Imron meminta warga Kabupaten Cirebon tidak panik dan tidak resah. Menurutnya, Pemkab Cirebon saat ini tengah melakukan upaya maksimal untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di klaster Plered.

“Kami minta masyarakat tidak perlu khawatir atau panik. Waspada boleh tapi panik jangan. Yang penting pastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Imron juga meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. Dimulai dengan penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari, rajin cuci tangan dan menjaga jarak atau melakukan physical distancing.

“Kami sengaja datang ke tempat ini untuk melihat penanganan dan menerima laporan dari tim yang sudah diterjunkan di sini (Plered, red) terkait penanganan dan upaya yang sudah dilakukan. Alhamdulillah semuanya saling membantu dan mudah-mudahan yang sakit segera sembuh dan yang sehat jangan sampai sakit,” imbuhnya.

Untuk meminimalisir penyebaran virus, sambung Imron, wilayah tersebut akan disemprot disinfektan sebanyak dua kali dalam satu hari selama beberapa hari ke depan. Penyemprotan tersebut akan dilakukan Dinkes dan Puskesmas Plered.

Kadinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni didampingi kepala Puskesmas Plered yang ikut dalam rombongan menyebut, saat ini jumlah swab test yang berhasil terkumpul dari pelaksanaan Selasa (28/7) sebanyak 141 sampel. Total hingga saat ini jumlah sampel yang diperiksa sudah sebanyak 291 sampel.

“Swab test akan terus kita lakukan, pertama sebanyak 22 warga, lalu swab berikutnya 120 orang. Ada tambahan 8 orang dan hari ini sebanyak 141 orang. Sehingga totalnya sampai dengan saat ini sudah 291 sampel yang terkumpul,” ungkapnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *