Bambang: Banyak Warga Miskin Terhapus dari Daftar Penerima Bantuan

oleh -148 views
Bambang Mujiarto ST

CIREBON – Serapan anggaran penanganan Covid-19 di Jawa Barat, disebut cukup tinggi. Hingga saat ini, sekitar 50 persen anggaran penanganan Covid-19 sudah digelontorkan. Namun, jumlah anggaran yang begitu banyak digelontorkan tersebut, masih belum berdampak langsung bagi masyarakat Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Jawa Barat, Bambang Mujiarto ST saat dihubungi Radar Cirebon, kemarin. Menurutnya, angka serapan anggaran penanganan Covid-19 yang sekitar 50 persen atau sekitar Rp2,2 triliun tersebut, idealnya bisa berdampak langsung kepada daya beli atau perekonomian masyarakat.

“Informasinya, yang saya terima memang sudah terserap 50 persen. Tapi ya dampaknya terhadap masyarakat saya kira belum terasa. Kami mengkritisi ini. Anggaran besar yang dikeluarkan menjadi kurang efektif,” ujarnya.

Ditambahkan Bambang, ada beberapa item anggaran penanganan Covid-19 di Jawa Barat. Di antaranya untuk penanganan kesehatan sebesar Rp597 miliar, anggaran jaring pengaman sosial sebesar Rp3,8 triliun, anggaran penanganan dampak ekonomi Rp690 miliar, serta operasional Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebesar Rp20 miliar.

“Paling tinggi untuk anggaran jaring pengaman sosial. Baru terserap 30 persen atau sekitar Rp1,1 triliun dari total anggaran Rp3,8 triliun. Yang jadi pertanyaan, jumlah penerima bantuan sosial ini terus berkurang setiap tahap pendistribusian dengan alasan ada verifiaksi dan valdiasi dalam pendataan agar tepat sasaran dan berkeadilan. Tapi, fakta di lapangan, nyatanya, justru masih banyak warga yang benar-benar tidak mampu atau berdampak Covid-19, terhapus dari data penerima bantuan sosial,” jelasnya.

Bambang meminta Pemprov Jabar melakukan evaluasi menyeluruh terkait penanganan Covid-19. Hal ini karena ia melihat, penanganan Covid-19 di beberapa sektor masih belum optimal. Hal ini bisa dilihat dari terus adanya jumlah peningkatan kasus positif di Jawa Barat. (dri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *