Gedung Sate Kecolongan

oleh -296 views
Sekda-Jabar-Setiawan-Wangsaatmaja
Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar), Setiawan Wangsaatmaja. Foto: Screenshot/Youtube

BANDUNG – Sebanyak 40 orang yang bekerja di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, terkonfirmasi positif Covid-19. Dari temuan itu, Pemerintah Provinsi Daerah (Pemprovda) Jawa Barat mengaku kecolongan.

Pasalnya, Pemprovda Jawa Barat selama masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) telah memberlakukan secara ketat 50 persen instansi pemerintah (Gedung Sate) didatangi untuk bekerja. Selain itu di luar Gedung Sate juga diberlakukan penyemprotan disinfeksi bagi mobil maupun motor. Termasuk menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

“Masih saja kita ‘kecolongan’. Sehingga, saya rasa tetap protokol kesehatan harus kita jaga. Harus disiplin,” tutur Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar), Setiawan Wangsaatmaja dalam keterangan persnya yang ditayangkan secara live streaming, Kamis (30/7).

Sekda menyebutkan, sebanyak 40 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut setelah dilakukan test secara proaktif di Gedung Sate selama tiga hari dari 26-28 Juli 2020. Metode test yang digunakan dengan PCR.

Baca juga:

Gedung Sate Lockdown

Tes Swab di Gedung Sate, 40 Orang Dikabarkan Positif Covid-19

Selama tiga hari itu, sebanyak 1.260-an yang diuji menggunakan PCR. Hasilnya 40 orang terkonfirmasi positif.

Test yang dilakukan secara proaktif merupakan instruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurut Setiawan, tes proaktif merupakan poin penting. Karena selama AKB, sesuai surat edaran 14 Juli 2020 bahwa perkantoran maksimal 50 persen diisi, tapi setelah dilakukan tes secara proaktif ternyata memang ada kasus-kasus yang selama ini tidak memiliki gejala.

“Kami cek satu-satu, rata-rata mereka usianya masih muda. Jadi tanpa gejala. Nah ini kita ambil hikmahnya, barangkali,” kata Setiawan.

Setiawan merinci, dari 40 orang tersebut terdiri dari 17 aparatur sipil negara (ASN) dan 23 lainnya berstatus non-ASN. Dari 40 orang tersebut tersebat di beberapa biro.

“Kalau kita bicara non-PNS bahwa mereka ini supporting staff. Mulai dari keamanan, cleaning service. Ada macam-macam. Oleh karena itu, sumber penularannya bermacam-macam,” tuturnya.

Secara setruktur tempat tinggal, kebanyakan berasal dari Kota Bandung, lalu Kabupaten Bandung, Cimahi dan beberapa daerah lain. Sementara dari sisi usia, sebanyak 40 persen dari 40 orang yang positif, antara usia 31-40 tahun. Kemudian 30 persen antara usia 20-30 tahun.

“Sisanya menyebar, usia di atas 50 dan ada juga yang masih 19 tahun,” sebut Setiawan.

Terkait sumber penularan, Setiawan tidak bisa memastikan. Karena selama AKB Gedung Sate buka akses untuk umum. Banyak pengunjung yang hadir di Gedung Sate. Bahkan ada yang studi banding di Gedung Sate.

Karena itu Setiawan menyebut kemungkinan kasus berasal dari luar (imported case). “Belum dapat kita pastikan bahwa sumber penularan ini apakah dari internal atau eksternal. Kami sedang mencari itu,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *