Gedung Sate Lockdown

oleh -331 views
100-tahun-gedung-sate-bandung
Eksterior Gedung Sate. Foto: Humas Jabar

BANDUNG – Imbas 40 pegawai positif corona virus disease (covid-19), Gedung Sate ditutup (lockdown) dan diberlakukan bekerja dari rumah (WFH) sampai 14 Agustus.

Penutupan seiring dengan munculnya Surat Edaran (SE) Nomor: 800/117lUM Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Surat Edaran itu juga berdasarkan perkembangan situasi pandemi Covid-19 di Lingkungan Sekretariat Daerah, maka Gubernur pun menginstruksikan penyesuaian kembali kegiatan dan sistem kerja bagi PNS di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Surat Edaran ini berlaku mulai tanggal 30 Juli 2020 sampai dengan tanggal 14 Agustus 2020.

Sebanyak 40 orang yang bekerja di Gedung Sate, Kota Bandung terkonfirmasi positif COVID-19. Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar) Setiawan Wangsaatmaja merinci puluhan orang tersebut terdiri dari 17 aparatur sipil negara (ASN) dan 23 lainnya berstatus non-ASN.

“Bahwa betul di Gedung Sate ada yang terkonfirmasi positif sebanyak 40 orang tersebar di beberapa biro,” ujar Setiawan dalam telekonferensi pers dari Gedung Sate, Kamis (30/7/2020).

Puluhan kasus terkonfirmasi ini, sebelumnya ditemukan melalui swab test masif yang dilakukan pada 27 – 28 Juli 2020 yang lalu di Aula Timur dan Aula Barat Gedung Sate. Dalam pemeriksaan itu, Pemprov Jabar menyediakan hingga 2.000 alat tes.

“Dari 40 ini, dari struktur tempat tinggal kebanyakan dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan ada beberapa di luar kota itu, dari Kota Cimahi juga ada,” ujarnya.

Dilihat dari aspek usia, 40 persen dari 40 orang tersebut berusia di rentang 31 – 40 tahun. Lalu 30 persen di antaranya 20 sampai 30 tahun. Kemudian sisanya menyebar di usia 50 dan ada yang masih berusia 19 tahun.

“Dari 40 orang ini yang PNS kurang lebih 17 yang terkonfirmasi, non PNS 23. Jadi kalau kita bicara non PNS, itu supporting staf, mulai dari pengamanan, ada juga cleaning service, macam-macam sekali kalau melihat dominasinya. Sumber penularan bisa bermacam-macam,” ujar Setiawan.

Pihaknya mengaku kecolongan dengan ditemukannya puluhan orang yang terinfeksi virus Corona, sedianya Pemprov Jabar telah memasang sejumlah fasilitas pencegahan virus baik berupa disinfektan, tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu dan tanda jaga jarak. (yud/jabar ekspres)

Tonton video berikut ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *