KH Miftah: Penobatan Penerus Sultan Kasepuhan Tidak Usah Bawa-bawa Pesantren

oleh -4.869 views
putera-mahkota-keraton-kasepuhan-cirebon
Putera Mahkota Keraton Kasepuhan, PRA Luqman Zulkaedin. Foto: Andri Wiguna/Radar Cirebon

CIREBON – Salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Benda Kerep KH Miftah Faqih menyatakan, penobatan putera mahkota Keraton Kasepuhan tidak mesti melibatkan kalangan pondok pesantren.

Pernyataan itu sebagai tanggapan sebelumnya, kalangan pesantren di Cirebon minta dilibatkan dalam prosesi penobatan Putera Mahkota Keraton Kasepuhan.

“Kalau untuk menjalin kerja sama sah-sah saja. Soal penobatan penerus sultan Keraton Kasepuhan, tidak usah bawa-bawa nama pesantren,” katanya, Kamis (30/7).

Baca juga:

Kalangan Pesantren Minta Dilibatkan dalam Penobatan Putera Mahkota Sultan Sepuh

KH Miftah menuturkan, dirinya siap jika keraton mengajak kerja sama pondok pesantren di bidang apa pun untuk kemaslahatan umat dan masyarakat Kota Cirebon. Termasuk mengembangkan potensi ekonomi dan religinya.

“Siapa pun nanti yang dianggap sah untuk meneruskan takhta sebagai sultan sepuh yang sesuai dengan adat keraton, kami titip umat dari segi kebaikan. Karena para sultan terdahulu seperti itu bukan untuk kepentingan kelompok atau pribadi,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kiai Sepuh Benda Kerep, KH Muhtadi Mubarok Soleh meminta agar kalangan pesantren di Cirebon dilibatkan dalam prosesi penobatan Putera Mahkota Keraton Kasepuhan menjadi Sultan Sepuh.

Kiai Muhtadi mengaku telah mendapatkan amanah dari beberapa pesantren, di antaranya Ponpes Pemijen Sindang Laut, Ponpes Wanantara Sumber, Ponpes Jaha Cirebon Girang, Ponpes Jatisari Plered dan Ponpes Sukun Weru, juga beberapa majelis taklim. Pesantren-pesantren tersebut mempertegas bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon punya tugas untuk melakukan syiar Islam. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *