Anak Berpotensi Menularkan Virus Corona 100 Kali Lebih Besar dari Orang Dewasa

oleh -129 views
Coronavirus_MGN_CDC
Ilustrasi

JAKARTA – Keputusan untuk belum membuka sekolah di masa pandemi Covid-19, bertujuan untuk mencegah penularan virus corona pada anak.

Ternyata, anak-anak sangat berpotensi sebagai pembawa (carrier) atau penular virus Korona kepada orang lain. Bahkan risikonya bisa 100 kali lipat daripada orang dewasa.

Dilansir dari Science Times, Minggu (2/8), dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada hari Kamis (30/7) di JAMA Pediatrics mengklaim, anak-anak di bawah lima tahun memiliki potensi 10 hingga 100 kali lebih tinggi sebagai pembawa materi genetik Coronavirus dalam hidung mereka, dibandingkan dengan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.

Ini bisa menyiratkan bahwa anak-anak memainkan peran penting dalam transmisi Covid-19 dalam lingkungan komunitas.

Studi ini dilakukan pada bulan-bulan awal pandemi antara 23 Maret dan 27 April. Para peneliti melakukan tes usap hidung terhadap 145 kasus pasien Coronavirus ringan hingga sedang di Chicago dalam satu minggu setelah timbulnya gejala.

Para pasien dikategorikan menjadi tiga kelompok berdasarkan usia mereka. Kelompok pertama adalah mereka yang di bawah lima tahun. Lalu kelompok kedua adalah mereka yang berusia lima hingga 17 tahun. Terakhir kelompok ketiga adalah mereka yang berusia 18 hingga 65 tahun.

Ada 46 anak di kelompok pertama, 51 anak di kelompok kedua, dan 48 orang dewasa di kelompok ketiga.

Dipimpin oleh Taylor Heald-Sargent dari Ann & Robert H. Lurie Children’s Hospital, para peneliti mengamati tingkat materi genetik SARS-CoV-2. Dan ditemukan, ada 10 hingga 100 kali lebih tinggi di saluran pernapasan atas anak-anak.

Selain itu, penelitian laboratorium baru-baru ini menunjukkan bahwa jika ada tingkat materi genetik virus yang lebih tinggi, maka akan ada lebih banyak virus menular yang dapat tumbuh. Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa anak-anak lebih mungkin untuk menyebarkan penyakit jika mereka memiliki viral load syncytial virus (RSV) yang tinggi.

“Dengan demikian, anak-anak berpotensi menjadi pendorong penting dalam penyebaran SARS-CoV-2,” tulis para peneliti.

Mereka menyimpulkan bahwa kebiasaan perilaku anak-anak meningkatkan kekhawatiran untuk amplifikasi SARS-CoV-2 dalam populasi. Lalu apakah anak-anak lebih mungkin terserang Coronavirus?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa 1,7 persen dari kasus di AS antara 12 Februari dan 12 April terjadi pada anak-anak. Statistik ini berlaku untuk negara-negara lain juga, seperti Italia dan Tiongkok.

Selain itu, rawat inap anak-anak dengan Covid-19 jauh lebih rendah daripada orang dewasa. Maka anak-anak sebagai pembawa virus jauh lebih berpotensi dibanding mereka sendiri yang tertular. (yud/JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *