Liburan Idul Adha, Empat Wisatawan Nyaris Tenggelam di Laut Selatan

oleh -65 views
wisatawan-nyaris-tenggelam-pelabuhan-ratu-sukabumi
Personel Balawista Kabupaten Sukabumi berupaya menyelamatkan wisatawan yang terbawa arus dan tenggelam di Pantai Kebonkalapa, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu (1/8). (Aditya Rohman/Antara)

SUKABUMI – Sebanyak empat wisatawan yang sedang liburan Idul Adha 1441 Hijriah di objek wisata Laut Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kecelakaan laut atau tenggelam. Mereka nekat berenang di lokasi rawan dan berarus deras.

”Pada Sabtu (1/8), ada dua kasus kecelakaan laut yang terjadi di lokasi objek wisata pantai di satu lokasi yang sama, yakni Pantai Kebonkalapan, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu dengan jumlah korban sebanyak empat orang,” kata Kepala SDM Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi Asep Edom Saepulloh seperti dilansir dari Antara di Sukabumi.

Dia mengatakan empat koban tersebut berhasil diselamatkan. Namun, tiga orang kondisinya kritis dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Palabuhanratu karena terlalu banyak kemasukan air laut.

Empat korban tersebut, Atiab Muhamad Rizki, 10, dan Mirza, 16, warga Kampung Babakan, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Selain itu, Reza, 8, warga Jalan Taman Bahagia, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Satu korban lagi, pihak keluarga korban enggan menyebutkan nama. Bahkan, ibunya sempat mengamuk kepada Tim Balawista yang sudah menyelamatkan nyawa anaknya tersebut saat dilakukan pendataan.

Asep mengatakan, satu korban nyawanya hampir tidak tertolong dan sudah tidak sadarkan diri mengambang di atas permukaan laut. Tetapi, setelah diberikan napas buatan akhirnya korban muntah dan sadarkan diri. Hanya saja kondisinya lemah, sehingga setelah dievakuasi langsung dilarikan ke rumah sakit.

”Kondisi objek wisata laut pada Sabtu (1/8) padat, bahkan anggota kami cukup kewalahan untuk memberikan imbauan agar wisatawan tidak berenang di lokasi rawan yang sudah ditandai dengan bendera merah. Tapi masih banyak yang ngeyel tidak mempedulikan, padahal sudah ada empat korban yang nyawanya nyaris hilang akibat tenggelam,” ujar Asep Edom Saepulloh.

Asep menambahkan, kepadatan wisatawan diperkirakan akan kembali terjadi pada Minggu (2/8). Kemungkinan hal yang tidak diinginkan dapat terulang seperti kecelakaan laut.

Pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh personel untuk meningkatkan pengamanan terhadap wisatawan yang datang ke Palabuhanratu serta berkoordinasi dengan instansi lainnya, seperti SAR.

”Kami juga mengimbau wisatawan pada masa pandemi agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi segala aturan serta imbauan dari penjaga pantai,” ucap Asep Edom Saepulloh. (yud/JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *