Berkurban, Terapkan Protokol Covid-19

oleh -49 views
PAKAI MASKER: Panitia, orang yang berkurban, serta penyembelih, memakai masker saat proses penyembelihan hewan kurban. --FOTO: ISTIMEWA/RADAR CIREBON

CIREBON – Di tengah pandemi Covid-19, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Subulussalaam di RW 14, Permata Harjamukti Utara, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, menyembelih hewan kurban, Sabtu (1/8). Hewan kurban yang disembelih adalah empat ekor sapid an 21 ekor kambing.

Wakil Ketua DKM Subulussalaam, Didi Sunardi SE merasa masih bersyukur bisa melaksanakan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. “Alhamdulillah, barakalloh, tahun ini kami masih diberi amanat oleh jamaah dan warga untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban,” ujarnya pada rilis yang disampaikan tadi malam.

Menurut Didi, penyembelihan hewan kurban tersebut dilaksanakan sehari setelah pelaksanaan Salat Idul Adha, atau pada 11 Dzulhijjah 1441 Hijriah. “Yang membanggakan kami, Dirut PDAM Kota Cirebon, Pak Sofyan Satari, ikut berkurban sapi di Masjid Subulussalaam,” kata Didi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DKM Subulussalaam, Sukarna SE didampingi Ketua Panitia Cucu Suherman menjelaskan, setelah dilakukan penyembelihan, daging hewan kurban dibagikan langsung ke rumah masing-masing warga RT 04 hingga RT 08, melalui ketua RT masing-masing. Selain itu, dibagikan kepada yayasan, panti sosial, serta yatim piatu yang telah mengajukan proposal sebelumnya kepada pihak DKM dan panitia kurban. Termasuk juga kepada para kiai, ustad, imam, dan khotib, yang mengisi dakwah di Masjid Subulussalaam. “Serta masyarakat lainnya, juga kami berikan daging kurban,” terangnya.

Penyembelihan hewan kurban tersebut dimonitoring oleh Dinas Peternakan Kota Cirebon, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas. “Kami ucapkan terima kasih kepada jamaah yang telah berkurban, menitipkan hewan kurban kepada panitia. Semoga ibadah kurbannya diterima oleh Allah SWT,” tuturnya.

Pada pelaksanaan penyembelihan, panitia menerapkan dengan ketat protocol kesehatan. Bukan cuma panitia. Yang berkurban pun tetap harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Panitia juga memasang spanduk di sekeliling pagar besi masjid agar tidak ada kerumunan warga menyaksikan penyembelihan hewan kurban.

Terlihat juga area parker yang diberi jarak. Panitia bahkan mengawal ketat pintu masuk dan keluar di lokasi penyembelihan di halaman masjid. Hal itu berfungsi untuk menjaga agar yang berkepentingan di area tempat penyembelihan tidak berkerumun. (mid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *