Gubernur-Forkopimda Jabar Siap Jadi Relawan Vaksin Covid-19

oleh -46 views
KONFERENSI PERS: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menggelar konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (3/8). -FOTO: HUMAS DAN KEPROTOKOLAN SETDA PROVINSI JABAR

BANDUNG – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) yang sekaligus Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, siap menjadi relawan uji klinis vaksin produksi Sinovac, Tiongkok. Selain gubernur, para pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar juga siap jadi relawan.

“Kami para pimpinan sedang merumuskan. Jika tidak ada halangan dari unsur kesehatan pribadi, maka saya dan Forkopimda akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin (Covid-19),” ucap Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- dalam konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (3/8).

Inisiatif pimpinan di Jabar ini akan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan menambah keyakinan bahwa uji vaksin oleh BUMN (PT Bio Farma) akan berjalan dengan lancar. “Kalau pimpinannya juga melakukan (jadi relawan vaksin Covid-19), Insya Allah rakyatnya juga akan meyakini proses (uji klinis) vaksin berjalan dengan lancar,” tambah Kang Emil.

Dirinya melaporkan, hingga kini, pendaftaran relawan vaksin sudah mencapai 500 orang dari total 1.600 yang dibutuhkan. Untuk itu, Kang Emil terus mengajak warga di usia 20 tahun hingga 59 tahun untuk turut serta menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19.

“Untuk (relawan) vaksin sudah ada pendaftar, sekitar 500-an orang. Kita butuh 1.100 lagi. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada mereka yang usianya sesuai kriteria dan mau, untuk menjadi relawan,” ucap Kang Emil.

Adapun proses uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac fase 3 ini akan berjalan selama enam bulan, atau hingga akhir 2020. Jika berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi masal di awal 2021.

Sambil menunggu tahapan uji klinis tersebut, Kang Emil meminta masyarakat untuk terus mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun demi memutus rantai penularan Covid-19.

“Perjalanan (mengatasi pandemi) masih panjang karena pengetesan vaksin ini akan berlangsung sampai akhir tahun. Sambil menunggu enam bulan itu tiba, maka pengetesan dan kedisiplinan memakai masker adalah cara untuk mengurangi persebaran (Covid-19),” kata Kang Emil.

Terkait penerapan sanksi bagi warga Jabar yang tidak menggunakan masker di ruang publik, Kang Emil berujar, denda akan mulai diberlakukan pekan ini. Sebelum denda diterapkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan membagikan masker.

Dalam konferensi pers tersebut, Kang Emil juga menyampaikan kabar baik bahwa tingkat kesembuhan di Jabar terus meningkat, bahkan melebihi angka positif aktif. Tercatat, hingga Senin (3/8) pukul 08.41, 3.992 orang telah dinyatakan sembuh. Sementara jumlah positif aktif yaitu 2.435 orang. Jumlah kesembuhan di salah satu institusi pendidikan kenegaraan di Kota Bandung pun sudah mencapai lebih dari 1.000 orang dari total kasus positif sebanyak 1.200 orang.

“Angka kesembuhan sekarang lebih tinggi dibanding yang (kasus) positif aktif. Yang sembuh 3.992 (orang), sementara yang aktif 2.435 (orang). Ini untuk menyemangati bahwa jumlah yang sembuh di Jawa Barat sudah jauh lebih tinggi dibanding yang sakit,” tutur Kang Emil. (mid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *