Penumpang Meningkat, Kereta Api Jarak Jauh Kembali Dioperasikan

oleh -179 views
Stasiun-Cirebon
Stasiun Kejaksan Cirebon. FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon kembali menambah perjalanan kereta api secara bertahap. Karena mulai Juli, terdapat peningkatan pelanggan atau penumpang sebanyak 240 persen.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Luqman Arif menyebutkan, terdapat 6 kereta api jarak jauh yang kembali dioperasikan oleh KAI pada akhir pekan dan tanggal tertentu di bulan Agustus. Setelah sebelumnya Kereta Api tersebut dihentikan sementara operasionalnya.

Luqman menyebutkan, 6 kereta api jarak jauh tersebut adalah KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi pp), KA Harina (Bandung – Surabaya Pasar Turi pp), Senja Utama Solo (Solo Balapan – Pasar Senen), Mataram (Pasar Senen – Solo Balapan), Matarmaja (Pasar Senen – Malang pp), dan Sawunggalih (Pasar Senen – Kutoarjo pp).

“Dengan demikian, sampai dengan 3 Agustus 2020, terdapat 26 KA penumpang atau sudah 19 persen dari total 134 KA penumpang reguler yang beroperasi di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon,” katanya, Selasa (4/8).

Luqman menuturkan, kereta api tersebut kembali beroperasi setelah melihat minat masyarakat yang terus tumbuh untuk menggunakan transportasi kereta api. Pada Juli 2020, PT KAI Daop 3 Cirebon melayani 10.272 penumpang. Arrinya, naik 240% dibanding dengan volume pada Juni sebesar 4.184 penumpang.

“Kenaikan volume pelanggan tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terus tumbuh terhadap layanan KAI yang dapat diandalkan di tengah pandemi,” tuturnya.

KAI menilai, sambung Luqman, peningkatan tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Seperti menghadirkan discount tiket, undian berhadiah, libur hari raya Idul Adha, penambahan jadwal perjalanan secara bertahap, dan hadirnya layanan Rapid Test Covid-19 dengan harga terjangkau di stasiun.

“Layanan rapid test di stasiun hasil kerja sama KAI dan Rajawali Nusindo tersebut sangat diminati oleh calon penumpang. Terbukti selama 5 hari yang dimulai pada 30 Juli sampai 3 Agustus, terdapat 437 calon penumpang yang menggunakan layanan rapid test di Stasiun Cirebon. Atau rata-rata 87 peserta setiap harinya,” ucap Luqman.

Meski terjadi peningkatan perjalanan kereta api, kata Luqman, KAI tetap berkomitmen menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan menggunakan kereta api dengan aman, selamat, nyaman, dan sehat sampai di stasiun tujuan.

“Bagi masyarakat yang akan melakukan rapid test di stasiun diimbau melakukan satu hari sebelum perjalanan, dan datang di stasiun mininal 30 menit sebelum jam keberangkatan,” imbaunya.

Soal tiket, Luqman menuturkan, dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan secara online melalui aplikasi KAI Access, website kai.id, dan mitra resmi penjualan tiket KAI lainnya. Sedangkan loket di stasiun hanya melayani penjualan tiket mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.

“Penambahan kereta api di bulan Agustus ini kami harap dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. (rdh)

Lihat video menarik berikut ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *