Rahardjo Bacakan Ikrar sebagai Plt Sultan Keraton Kasepuhan

oleh -3.302 views
Rahardjo-Djali-Menjadi-Polmak-Sultan-Kasepuhan
Raharjo Djali (kanan), cucu Sultan Sepuh XI mengklaim sebagai Polmak, atau orang yang diberi kuasa sebagai pemangku pelaksana tugas (Plt) Sultan Keraton Kasepuhan setelah membacakan ikrar di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kamis (6/8). Foto: Azis Muhtarom/Radar Cirebon

CIREBON – Rahardjo Djali, cucu Sultan Sepuh XI membacakan ikrar sebagai Polmak, atau orang yang diberi kuasa sebagai pelaksana tugas (Plt) Sultan Keraton Kasepuhan. Pengukuhannya berlangsung di masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kamis (6/8).

Langkah ini dilakukan setelah Rahardjo mendapat restu dari pihak keluarga keturunan sultan sepuh XI. Ia juga mengklaim mendapat dukungan dari para pendukungnya dari kalangan pesantren kuno dan pemangku adat.

Dalam kesempatan itu, Rahardjo membacakan ikrar disaksikan sesepuh keluarga Keraton Kasepuhan dari putra Ratu Wulung, Pangeran Mas Upi Suriadi. Pembacaan ikrar tersebut menjadi penanda dirinya sebagai Polmak Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan.

Baca juga:

Rahardjo: Kami Keturunan Asli, Ingin Mengambil Alih Keraton Kasepuhan

Viral, Video Tahta Sultan Kasepuhan Direbut

Menurut Rahardjo, pengukuhan Sultan Sepuh mesti dilakukan dengan tahapan yang benar. Sesuai dengan tradisi musyawarah dan melibatkan tokoh ulama pesantren.

Rahardjo menyebutkan, tradisi pengukuhan teesebut sudah berlangsung lama. Contohnya Pangeran Cakrabuana saat turun takhta tidak kepada putra sulung, tapi kepada keponakananya, Syekh Syarif Hidayatullah. Karena dianggap lebih mampu.

Terkait pengisian jabatan sultan secara definitif, menurut Rahardjo menunggu sampai keluarga besar berkumpul. Setelah keluarga besar berkumpul, baru akan ditentukan sultan defintif.

“Waktunya belum bisa ditentukan, karena doa dari para pihak keturunan dan pihak yang datang mesti ada banyak perbaikan yang mesti dilakukan di keraton,” ungkapnya.

Baca juga:

Gaduh Keraton Kasepuhan Cirebon, Begini Jawaban Lengkap Sultan Sepuh Arief Natadiningrat

Pesan Sultan Kacirebonan untuk Penerus Sultan Sepuh XIV

Terkait penentuan penerus takhta ini, Rahardjo mengaku sudah pernah berkomunikasi dengan alm PRA Arief. Tetapi hasilnya buntu.

Sehingga keluarga besar keturunan sultan sepuh XI mengambil keputusan ini agar keraton Kasepuhan tidak hancur. Hingga 50-100, bahkan ratusan tahun lagi Keraton Kasepuhan harus masih ada.

“Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan lagi, karena sebagai pendahulu, alm Saudara Arif tetap patut diberi penghargaan atas pengabdiannya selama ini. Kita juga perlu informasikan (pengangkatan Pjs Sultan, red) untuk melakukan perbaikan-perbaikan di depan,” tuturnya.

Rahardjo mengakui kegiatannya selama ini dirinya banyak di Jakarta. Tapi mulai sekarang akan berbagi waktu dengan kegiatan aktifitas kesibukannya di Jakarta.

Beberapa langkah lain yang akan dilakukanya saat dirinya menjabat Pjs Sultan, adalah sistem proses akses masuk ke keraton. Sehingga siapa pun yang ingin ke keraton terutama masyarakat Cirebon akan dimudahkan. Sebab keraton milik semua rakyat dan Nusantara. (azs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *