Pangeran Kuda Putih Klaim Seluruh Ulama Cirebon Keluarkan Suara Pemakzulan PRA Luqman Zulkaedin

oleh -11.247 views
Raden-Kuda-Putih
Pangeran Kuda Putih alias Raden Heru Rusyamsyu Arianatareja di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kasepuhan, Kota Cirebon, Jumat (14/8). FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Pangeran Kuda Putih alias Raden Heru Rusyamsyu Arianatareja mengklaim, seluruh ulama Cirebon telah mengeluarkan suara pemakzulan terhadap Putera Mahkota PRA Luqman Zulkaedin. Hal tersebut diungkapkan Raden Heru di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kasepuhan, Kota Cirebon, Jumat (14/8).

“Alhamdulillah kami sudah menerima surat pemakzulan dari ulama untuk Luqman Zulkaedin perihal penolakan untuk dinobatkan menjadi Sultan Sepuh ke-15. Dan juga menuntut agar takhta Keraton Kasepuhan diserahkan kepada yang hak,” ungkapnya.

Heru mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan pihak Putera Mahkota PRA Luqman Zulkaedin yang menolak untuk bertemu.

“Ketika Luqman tidak ingin menemui saya dan saudara-saudara saya, ini tidak menjadi masalah bagi saya. Karena Keraton Kasepuhan bukan milik Luqman. Tapi Keraton Kasepuhan milik seluruh keluarga dan keturunan,” ucapnya.

Baca juga:

Silaturahmi Akbar di Keraton Kasepuhan Nyaris Ricuh

Jelang Silaturahmi Akbar, Keraton Kasepuhan Dijaga Aparat Keamanan

Apa yang dilakukan pihak Luqman saat ini dengan menggembok keraton agar tidak boleh masuk, menurut Heru, merupakan hal yang salah. Heru juga mengingatkan, bagi yang masih memihak Luqman harus bisa melihat konteks perjuangannya untuk meluruskan sejarah. Karena itu dirinya akan membuat Dewan Adat.

“Kami berharap Luqman menyadari, legowo dan dia mau menyerahkan takhtanya dan semuanya. Serta mau keluar dari keraton secara baik-baik digantikan oleh yang ditentukan para ulama dan pinisepuh. Jadi bukan keinginan saya. Kami para Sentana Kasultanan Cirebon mempunyai papakem, dan etika juga,” ujarnya.

Masih kata Raden Heru, dirinya meminta Keraton Kasepuhan tidak dijadikan mesin bisnis. Karena ketika keraton menjadi mesin bisnis, akan menjadi konteks yang salah.

“Sekali lagi, bahwa keraton bukan milik pribadi dan menjadi mesin bisnis. Saya berharap besok ada wargi yang lain atau pun mungkin aliansi masyarakat yang tergabung peduli kota wali bangkit semuanya dengan satu tujuan yaitu untuk merapihkan,” pungkasnya. (rdh)

Saksikan juga video berikut ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *