Semifinal Liga Champions, Prediksi Lyon vs Bayern Muenchen Banyak Kejutan

oleh -116 views
Lyon-vs-Bayern-Muenchen-Liga-Champions
Lyon vs Bayern Muenchen. Foto: Istimewa

LISBON – Prancis boleh saja jemawa. Ya, kompetisi Liga Champions 2019/2020 menghadirkan banyak sekali kejutan. Salah satunya, ada dua klub Ligue 1, kasta tertinggi sepak bola Prancis, yang masuk ke babak empat besar kancah tertinggi Benua Biru tersebut.

Kekalahan Manchester City dengan skor 1-3 melawan Olympique Lyon pada perempat final (16/8), menghadirkan sejarah baru. Bahwa, tidak ada tim dari Spanyol, Inggris, atau Italia yang berada di semifinal. Empat besar musim ini dikuasai oleh dua tim dari Bundesliga dan Ligue 1.

Dini hari nanti WIB, Bayern Muenchen akan melawan Lyon (siaran langsung SCTV/Champions TV 1 pukul 02.00 WIB). Sedangkan dini hari tadi WIB, RB Leipzig menantang Paris Saint-Germain (PSG).

Sejarah ini mengulang rekor 30 tahun silam pada musim 1990/1991. Saat itu, kompetisi paling elite di Eropa tersebut masih bernama Piala Champions. Keempat tim yang bertarung adalah Red Star Belgrade, Marseille, Spartak Moscow, dan Bayern.

Sementara bagi Prancis, ini mengulang saat 1955/1956, ada dua tim Ligue 1 yang bertarung di semifinal. Artinya, butuh waktu 65 tahun bagi klub Prancis untuk bersua di babak empat besar. Menghadapi Bayern Muenchen yang baru saja menenggelamkan tim sekelas Barcelona dengan skor 2-8, Lyon tentu harus memasang kewaspadaan tinggi dalam laga nanti.

Pelatih Lyon, Rudi Garcia mengaku, laga nanti berasa seperti final. Sulit rasanya untuk menghentikan FC Hollywood, julukan Bayern.

Dilansir dari Whoscored, Lyon hanya bisa menang dua kali dari delapan pertemuan. Sementara empat laga lainnya direbut klub asal Bavaria, Jerman, tersebut.

Kendati demikian, kemenangan tentu bukan hal yang mustahil. Belajar dari kemenangan atas Manchester City dan Juventus, menjadi bukti bahwa Lyon adalah kerikil tajam tim besar di Eropa.

Garcia mengatakan bahwa mengalahkan Bayern bukan hal yang mustahil. Karena timnya juga sudah membungkam Juventus dan City, yang notabene adalah dua tim besar.

“Semakin mencapai final, kami malah percaya diri. Hasil dua laga sebelumnya sudah membuktikan itu,” kata Garcia dilansir dari Omnisport.

“Anda tidak bisa melihatnya dari atas kertas. Jelas kami adalah underdog di hadapan Bayern. Namun kami sudah melakukan hal yang besar dan hebat. Jika kami mencapai final, kami akan benar-benar pantas mendapatkannya,” tambahnya.

Keberadaan Robert Lewandowski di kubu Bayern, harus membuat tidur Garcia tak nyenyak. Kebiasaan eks bomber Borussia Dortmund itu mencetak gol di setiap laga Liga Champions. Dan itu membuat Lyon harus betul-betul waspada. Total, 14 gol sudah ia koleksi dan menjadi top scorer sementara.

Meski unggul di atas kertas, Bayern tak bisa menganggap Lyon sebelah mata. Armada Hans-Dieter Flick memahami determinasi mereka saat menyingkirkan City di fase perempat final lalu.

Kiper Bayern, Manuel Neuer menganggap, kunci kemenangan Lyon saat melibas City terletak pada serangan balik cepat dan kesolidan barisan belakang.

Pola tridifensori yang kerap diadopsi Lyon memaksa para striker lawan untuk mengulur waktu di tengah lapangan. Terlebih, serangan tiga winger Lyon seperti Houssem Aouar, Maxwel Cornet, atau Karl Toko Ekambi harus dijadikan perhatian oleh lini belakang Bayern.

”Mereka membuat semua lawan bertekuk lutut saat serangan balik terjadi. Tentunya kami harus menjaga lini belakang waspada terhadap serangan balik mereka,” tandas Neuer.

Di sisi lain, Lyon belum pernah mencapai babak final Liga Champions. Jika ingin mewujudkan mimpi, Lyon harus bisa melewati Bayern, yang membidik final pertama sejak jadi juara musim 2012/2013. (fin/tgr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *