Bocah Paris yang Meruntuhkan Mimpi Warga se-Paris

oleh -262 views

Sungguh sebuah drama yang menyesakkan bagi Paris Saint Germain. Mimpi mereka merengkuh trofi pertama Liga Champions diruntuhkan oleh seorang remaja yang berasal dari didikan akademi Paris Saint Germain.

Remaja asal Paris itu adalah Kingsley Coman. Seperti yang dikutip libero.id, Coman mencetak gol tunggal kemenangan Bayern Muenchen atas Paris Saint Germain dalam final Liga Champions di Stadion da Luz, Senin (24/8).

Kingsley Coman lahir di Paris dari orangtua asal Guadalope. Dia mengawali bermain bola pada usia enam tahun di klub US Senart-Moissy sebelum diambil oleh akademi Paris Saint Germain.

Dia bergabung di akademi sejak 2005. Setelah sembilan tahun di akademi Paris Saint Germain, Coman menjalani debut bersama PSG pada 17 Februari 2013 melawan Sochaux menggantikan Marco Verratti.

Coman adalah pemain termuda yang menjalani debut bersama PSG pada usia 16 tahun, delapan bulan dan empat hari. Dia mengantar PSG juara Ligue 1 2013 dan 2014.

Pada 2014 karena kontraknya berakhir dia pindah ke Juventus lantas dipinjamkan ke Bayern Muenchen untuk kemudian dipermanenkan seharga 21 juta euro.

Gol penentu kemenangan Bayern dicetak Koman pada menit ke-59, sekaligus memastikan Bayern meraih trofi kompetisi paling bergengsi di Eropa itu untuk keenam kalinya.

Raihan itu sekaligus melengkapi torehan trebble kedua Bayern setelah 2013, mengingat Die Bavaria sebelumnya juga sudah menjuarai Bundesliga Jerman dan Piala DFB Pokal musim ini.

Pertandingan babak pertama mempelihatkan Bayern lebih banyak mengendalikan bola, tetapi lini belakang mereka sedikit kesulitan membendung kecepatan Neymar dan Kylian Mbappe.

Kiper Manuel Neuer dipaksa melakukan dua halauan beruntun ketika Neymar berusaha menyelesaikan umpan terobosan kiriman Mbappe pada menit ke-19.

Lantas tiga menit berselang giliran Bayern hampir membuka keunggulan setelah tembakan Robert

Lewandowski sudah tak mampu dijangkau kiper Keylor Navas, tetapi PSG diselamatkan oleh tiang gawang.

Lini belakang Bayern sempat dirugikan sebab Jerome Boateng kembali menderita cedera dan harus ditarik keluar digantikan Niklas Sule pada menit ke-25, tetapi lini depan tetap berbahaya dan memaksa Navas melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-32 atas tandukan tajam Lewandowksi.

Permainan kembali seru pada menit-menit akhir babak pertama, ketika David Alaba melakukan umpan blunder tetapi tembakan penyelesaian Mbappe masih mengarah tepat ke pelukan Neuer.

Sebaliknya, di kotak penalti berlawanan Coman terjatuh setelah melewati hadangan Thilo Kehrer tetapi wasit Daniele Orsato bergeming atas tuntutan hadiah tendangan penalti Bayern, menutup babak pertama dalam keadaan nirgol.

Babak kedua diawali dengan pendekatan keras para pemain Bayern, terlihat dengan jegalan keras yang dilakukan Gnabry terhadap Neymar dan Sule kepada Angel Di Maria yang sama-sama berbuah kartu kuning.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-59 dan Bayern membuka keunggulan lewat gol Coman.

Coman bebas tanpa kawalan untuk menanduk umpan lambung terukur Joshua Kimmich, lantaran Thilo Kehrer harus menutupi pergerakan Lewandowksi yang diakibatkan dua bek tengah PSG luput melakukan pekerjaan tersebut.

Tertinggal satu gol tak membuat PSG patah semangat, tetapi mereka cukup kesulitan keluar dari dominasi penguasaan bola Bayern.

Le Parisien berkesempatan membalas pada menit ke-71 ketika Di Maria bisa menjaga keseimbangan di sisi sayap kanan untuk melepaskan umpan tarik di mana Marquinhos menanti tanpa kawalan, tetapi tembakannya masih bisa dihadang oleh Neuer.

Waktu yang semakin menipis dan keadaan yang tak kunjung berubah membuat para pemain PSG tampak frustasi, terlihat dengan kartu kuning yang diterima Neymar, Thiago Silva dan Layvin Kurzawa dalam kurun waktu menit ke-81 hingga ke-85.

Pada menit ke-89, Mbappe gagal menaklukkan Neuer dalam situasi satu lawan satu, tetapi jika bola bersarang ke gawang sekalipun itu tidak akan dianggap gol sebab ia sudah terjebak posisi offside ketika Eric Maxim Choupo-Moting mengirimkan umpan.

Di tengah stamina yang mulai terkuras, PSG mendapat kesempatan bagus ketika Mbappe lagi-lagi bisa mengirimkan umpan terobosan tetapi Neymar tidak dalam posisi bagus untuk melakukan penyelesaian. Neymar memilih mengirim umpan tarik, sayang Choupo-Moting gagal menjangkau bola.

Bayern sukses mempertahankan skor 1-0 hingga lima menit waktu tambahan berakhir dan memaksa PSG memulai dari awal lagi untuk mewujudkan ambisinya menjadi juara Eropa.(sah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *