Maling di Pekantingan Babak Belur Dimassa, Sempat Kebal karena Bawa Jimat Tali Pocong

oleh -2.437 views
Maling-Kebal-Bawa-Jimat-Tali-Pocong
Pelaku saat pakai baju tidak luka. Pas dibuka baju dan celana babak belur. Bukti ada besel. Foto: Istimewa

CIREBON – Rumah milik polisi di Blok Pekuncen, Desa Pekantingan, Kecamatan Klangenan, menjadi sasaran maling, Sabtu (29/8) dini hari. Ada tiga pelaku yang beraksi dalam rumah milik FR, salah satu polisi yang berdinas di Polres Cirebon Kota (Ciko).

Para pelaku melakukan aksinya dengan peran masing-masing. Ada yang sebagai eksekutor, dan ada yang mengawasi. Pelaku juga melakukan berbagai persiapan dalam melakukan aksinya.

Nah, salah satu pelaku pencurian yang tertangkap tampak kebal mendapat pukulan warga. Pelaku ternyata membawa jimat berjenis tali pocong.

“Pelaku saat kita tangkap itu, dimassa, tapi tidak mempan. Pelaku tidak merasa sakit atau keluar darah. Malahan, si pelaku ini melotot ke warga yang menangkapnya. Setelah kita copot celana sama bajunya, lalu diambil dompetnya, baru dia babak belur. Dia punya jimat, bentuknya tali pocong yang disimpan dalam dompet,” ujar DN (24), salah satu warga setempat.

Baca juga:

Penobatan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Sempat Ricuh

Sah, PRA Luqman Zulkaedin Sultan Sepuh XV

Ketum Perbasasi Kota Cirebon dan Dua Putranya Selamat dari Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon, aksi pelaku sudah direncanakan dengan kedua temannya. Dari pesan di handphone pelaku, mereka beroperasi mencari sasaran korban di wilayah Palimanan, Jamblang, dan Klangenan.

Waktu itu, mereka mengincar motor Yamaha N-Max milik korban yang terparkir di depan rumah. Setelah dipastikan aman, salah satu pelaku masuk ke gerbang dengan cara merusak kunci gerbang.

“Kejadiannya subuh. Pelaku manjat gerbang rumah, terus masuk, ngerusak CCTV dengan memutus kabelnya. Nah, kemudian dia mendekati motor N-Max. Setelah ngotak-ngatik kunci kontak motor, pemilik rumah mendengarnya, dan langsung teriak maling,” ujar DN.

Teriakan korban mengagetkan pelaku. Mereka melarikan diri ke berbagai arah. Teriakan korban juga menyita perhatian warga dan tetangga korban yang saat itu sedang begadang.

Warga pun langsung bergegas ke sumber suara. Warga setempat dan korban mengejar salah satu pelaku.

“Kebetulan kami sedang begadang. Saya sendiri juga ikut mengejar pelaku. Dua pelaku berhasil kabur. Sedangkan satu pelaku berhasil diamankan oleh kami, sekitar 600 meter dari rumah korban, tepatnya di kebun,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *