Wabah Penyakit Paling Aneh yang Pernah Dirasakan Manusia: Wabah Penyakit Berkeringat

oleh -104 views
FOTO: Pixabay

WABAH penyakit paling aneh yang pernah terjadi pada manusia terakhir yakni wabah penyakit berkeringat. Pada umumnya berkeringat merupakan hal yang wajar terjadi pada manusia.

Namun apa jadinya jika keringat yang terjadi pada manusia sudah tidak wajar lagi? Meski terdengar biasa saja tapi ternyata wabah ini sangat menakutkan.

Penyakit berkeringat pernah menjadi wabah di Eropa
pada abad ke-15 hingga 16. Tidak ada yang tahu apa
sebenarnya penyakit yang menyebabkan wabah ini.

Namun orang-orang yang menderita penyakit ini dilaporkan mengalami gejala-gejala seperti mudah gelisah, sakit kepala hebat, demam tinggi, dan nyeri pada anggota badan.

Jika korban sampai mengalami dehidrasi, maka korban bisa meninggal.

Di Inggris, penyakit ini diduga masuk ke negara tersebut akibat dibawa oleh para tentara bayaran asal Perancis yang ikut serta dalam Perang Mawar.

Bahkan yang harus kalian semua ketahui nih tipstrenners, saking parahnya resiko kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini masyarakat berbondong-bondong pindah.

Yaps benar, setiap kali ada kabar yang menyatakan kalau suatu daerah baru saja kemasukan penyakit berkeringat, maka penduduk di daerah tersebut akan langsung beramai-ramai mengungsi ke daerah lain.

Ada beragam spekulasi mengenai apa sebenarnya penyakit yang disebut sebagai penyakit berkeringat.

Mulai dari antraks, demam berdarah, tifus, hingga penyakit paru-paru yang disebabkan oleh virus.

Sejak kemunculannya di abad ke-15, penyakit berkeringat kemudian menghilang dan muncul kembali secara berulang-ulang. Setelah menghilang pada tahun 1578, penyakit dengan gejala-gejala serupa sempat kembali mewabah di Picardy, Perancis, pada abad ke17.

Kemudian pada tahun 1993, penyakit ini sempat menyerang orang-orang Indian Navajo di negara bagian New Mexico, AS.

Oleh ilmuwan, penyakit yang menyerang orang-orang Navajo tersebut diberi nama sindrom pernapasan hantavirus (HPS).

Namun tidak diketahui apakah wabah yang pernah menerjang Eropa pada abad ke-15 memang disebabkan oleh virus ini.(ayu/tipstren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *