Spanduk Penolakan Kedatangan Luqman Zulkaedin Bertebaran di Sekitar Kompleks Makam Sunan Gunung Jati

oleh -2.962 views
Spanduk-Penolakan-Kedatangan-Luqman-Zulkaedin
Salah satu spanduk yang membentang di sekitar kompleks Makam Sunan Gunung Jati bertuliskan penolakan kedatangan Sultan XV Luqman Zulkaedin, Jumat (25/9). FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Ada pemandangan berbeda saat pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar acara program BISA  (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) di objek wisata religi makam Sunan Gunung Jati, Jumat pagi (25/9).

Di sekitar objek wisata religi makam Sunan Gunung Jati terbentang sejumlah spanduk yang dipasang warga setempat. Spanduk tersebut bertuliskan penolakan terhadap Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin datang ke daerah tersebut.

Pangeran Patih Keraton Kacirebonan Tomy Iplaludin Dendabrata juru bicara Famili Kesultanan Cirebon ditemui radarcirebon.com di Keraton Kacirebonan mengatakan, aksi warga tersebut meupakan penolakan kehadiran Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin di acara tersebut.

Baca juga:

Puluhan Santri di Kuningan Terpapar Covid-19

Kepala Desa di Indramayu Kesurupan saat Nonton Tari Jaipong

Gak Ada Akhlak, Dapat Insentif Prakerja Malah Dipake Open BO

“Dalam roundown acara tersebut tercatat bahwa Luqman Zulkaedin sebagai penerima simbolis bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk situs Gunung Jati dan akan memberikan sambutan. Maka kami, Famili Kesultanan Cirebon dan warga setempat menolak kehadiran Luqman untuk datang ke areal situs makam Sunan Gunung Jati,” katanya, Jumat (25/9) malam.

Elang Tomy menjelaskan, spanduk-spanduk tersebut merupakan murni aspirasi warga setempat dan famili Kesultanan Cirebon.

“Mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami dan warga membuat spanduk-spanduk sebagai bentuk aspirasi menolak Luqman Zulkaedin berada di lokasi situs makam Sunan Gunung Jati. Ini merupakan ekses dari perlakukan Keluarga Keraton Kasepuhan terhadap famili Kesultanan Cirebon saat ingin masuk ke Keraton Kasepuhan pada acara jumenangan Luqman. Kami dihadang oleh sejumlah orang yang berjaga di depan gerbang keraton,” jelasnya.

Tomy mengungkapkan, awalnya pihak panitia acara program BISA tidak mempunyai izin dari famili Kasultanan Cirebon.

“Kami dari famili Kasultanan Cirebon mengetahui akan ada kegiatan itu, namun secara prosedural perizinannya belum memenuhi persyaratan dan tidak ada tembusan pemberitahuan kepada kami. Setelah mereka melalukan klarifikasi kepada kami akhirnya kegiatan itu tetap dapat berjalan,” ungkapnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *