2 Anak Punk Cantik Terjaring Razia Satpol PP Kabupaten Cirebon

oleh -12.148 views
Anak-Punk-Cantik-Terjaring-Razia
Sejumlah anak punk diamankan berikut uang receh hasil ngamen mereka di lampu merah Weru dan lampu merah Sumber. Selain karena aktivitasnya yang dianggap meresahkan masyarakat, rata-rata dari mereka juga terindikasi pengguna obat-obatan terlarang. Foto: Satpol PP Aceng For Radar Cirebon

CIREBON – Dua anak punk berparas cantik terjaring razia Satpol PP, kemarin. Di depan petugas, mereka mengaku terpaksa turun ke jalanan sebagai pelarian lantaran rumah tangganya hancur.

Seperti diceritakan RS (26). Perempuan bertato bunga di lengan kanan itu menjadi anak jalanan (anjal) setelah terjadi perselisihan hebat dengan mantan suaminya.

Sebenarnya sebelum menikah, RS sudah menjadi anak punk karena broken home. RS sempat berhenti menjadi anak punk setelah menjalani rumah tangga. Tapi, rumah tangga yang dibangunnya hancur. Sehingga, RS kembali lagi ke jalanan.

Baca juga:

Gak Ada Akhlak, Dapat Insentif Prakerja Malah Dipake Open BO

Spanduk Penolakan Kedatangan Luqman Zulkaedin Bertebaran di Sekitar Kompleks Makam Sunan Gunung Jati

Nyebrang di Pertigaan Kanci, Pengendara Motor Luka-luka Tertabrak Mobil

RS mengungkapkan sekarang dirinya bertemu suami baru di jalanan. Perempuan asal Bandung itu kenal dengan FK yang merupakan warga Sumber, Kabupaten Cirebon.

Dengan penampilannya yang cantik, wajar saja bila ada temannya yang tertarik. Hanya beberapa hari di jalan, RS kemudian menikah siri dengan FK. Mereka berdua selalu bersama di jalanan.

RS sebenarnya belum cerai dengan suami pertamanya. Masih proses. Namun sekarang nikah siri dengan FK.

Kalau malam, tinggal dengan FK di bekas pasar darurat Sumber, dengan ditutup triplek. Ngakunya suami barunya itu kalau malam kerja di potongan ayam, kalau siang ngamen.

Hal yang sama persis juga terjadi pada DY (28). Janda asal Jepara Jawa Tengah itu berkelana menjadi anak punk setelah bercerai.

DY sudah satu tahun menjelajahi satu kota ke kota lainnya bersama teman-temannya. Sampai di Cirebon, DY tinggal bersama dengan pria berinisial RH di salah satu kios yang ada di Pasar Pasalaran Weru yang terbengkalai.

Mereka tidur bersama di lokasi tersebut. Padahal DY tidak ada hubungan spesial dengan pria berinisial RH itu. Untuk mengisi perutnya, mereka mengamen di lampu merah.

“DY status janda. Dia bercerai dengan suaminya karena faktor ekonomi. Kemudian turun ke jalan. Saat mereka diamankan, DY sedang tidur di dalam kios bersama RH. Tinggal di kios kosong bersama RH. Meskipun mereka tidak ada hubungan apa-apa,” jelas Plt Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono kepada Radar Cirebon, Jumat (25/9).

Kedua perempuan dan anak punk lainnya itu bertato dan sebagai pecandu obat-obatan terlarang seperti Trihexypenidhill ataupun Tramadol. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *