Begini Cara Chai Changpan Kabur dari Lapas

oleh -614 views
cai-changpan-buronan-kabur
Cai Changpan terpidana mati 110 kilogram sabu kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang dengan menggali tanah dan keluar lewat gorong-gorong. Pria asal China itu kini buron. Foto : istimewa

JAKARTA – Cai Changpan alias Cai Ji Fan, WNA kasus narkoba yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kota Tangerang, melarikan diri dari gorong-gorong.

Petunjuk itu hanya berupa potongan rekaman video closed circuit television (CCTV) dari menara pantau Lapas Kelas I Tangerang sisi kiri bagian tengah.

Pihak terkait, baik kepolisian maupun otoritas pemasyarakatan, hingga saat ini belum mengungkap petunjuk lain jejak pelarian Cai Changpan alias Antoni alias Cai Ji Fan, 53, terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok.

”(Petunjuk, Red) lainnya kan nggak ada. Setelah itu (keluar gorong-gorong) hilang (dari pantauan CCTV). Nggak tahu lagi ke mana,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Tahan Marpaung kepada Jawa Pos kemarin (22/9).

Berbekal potongan rekaman CCTV tersebut, kemarin Jawa Pos menyusuri jejak pelarian terpidana mati penyelundupan narkoba seberat 110 kilogram tersebut.

Penelusuran diawali dari gorong-gorong ”pintu keluar” Cai Changpan di depan rumah kontrakan milik Tugino. Kemudian, berjalan ke arah selatan menuju belokan yang menjadi titik terakhir Cai Changpan terekam CCTV.

Rupanya, jalur itu menuju ke arah rawa yang ditumbuhi semak belukar dan beberapa pohon pepaya. Di lahan kosong yang berbatasan dengan tembok pagar belakang rumah warga tersebut, terdapat jalur air buangan dari dalam lapas ke rawa. Nyaris tidak ada jalan yang bisa dilalui orang sekalipun hanya setapak.

Jika menggunakan jalur tersebut, artinya Cai Changpan harus menerobos semak belukar dan jalur air dengan tanah berlumpur khas rawa. Kedalaman saluran air yang sekilas tampak belum tersentuh pembangunan itu mencapai 20–40 sentimeter. Jalur tersebut menuju ke barat, tepatnya arah Jalan M. Yamin.

Jalan air itu sama sekali tidak melewati tengah-tengah permukiman warga. Sebab, jalur selebar sekitar 1 meter itu berada di area lahan kehakiman alias milik negara.

Air buangan tersebut bermuara di rawa pinggiran Jalan M. Yamin. Semak belukar tumbuh subur di rawa itu. Di dekat rawa, terdapat beberapa empang yang dikelola warga setempat.  (yud/JP)

Tonton video berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *