Keluarga Keraton Kasepuhan Positif Covid-19, Akses Langgar Agung Ditutup

oleh -1.531 views
Langgar-Agung-Keraton-Kasepuhan
Akses pintu sebelah Langgar (Musala) Agung Keraton Kasepuhan Cirebon Ditutup. Penutupan pintu tersebut sudah berlangsung sejak satu Minggu ini, Sabtu (26/9). FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Akses pintu sebelah Langgar (Musala) Agung Keraton Kasepuhan Cirebon Ditutup. Penutupan pintu tersebut sudah berlangsung sejak satu Minggu ini.

Ditutupnya pintu tersebut dilakukan lantaran adanya klaster keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun, dengan ditutupnya pintu tersebut membuat warga di RT 1, Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan Kecamatan, Lemahwungkuk, terhambat untuk melaksanakan ibadah di Langgar Agung tersebut.

Baca juga:

Kabupaten Cirebon Tambah 17 Kasus Covid-19, Arjawinangun Paling Banyak

Soal 15 Bakal Calon Sultan Kasepuhan, Begini Tanggapan Famili Kesultanan Cirebon

2 Anak Punk Cantik Terjaring Razia Satpol PP Kabupaten Cirebon

Bahkan sebagian warga yang biasa memanfaatkan air sumber di Langgar Agung pun mengalami kesulitan.

“Penutupan pintu oleh pihak keraton tersebut mungkin sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Memang informasinya ada keluarga di keraton yang terkonfirmasi Covid-19,” kata Tedi, Ketua RT 1, Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan Kecamatan, Lemahwungkuk, kepada radarcirebon.com, Sabtu (26/9).

Tedi berharap pintu tersebut dapat segara dibuka kembali. “Selama pintu ini ditutup warga di sini melaksanakan ibadahnya di masjid atau musala yang ada di sekitar kampung ini. Warga di sini berharap pintu ini bisa kembali dibuka kembali, yang terpenting tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Cirebon Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat ditemui radarcirebon.com di Keraton Kasepuhan membenarkan adanya kerabat Keraton Kasepuhan yang terkonfirmasi Covid-19.

“Memang benar ada yang terpapar Covid-19. Pintu itu kami sengaja tutup untuk sementara sebagai langkah antisipasi penularan Covid-19. Karena selama ini banyak warga maupun anak-anak yang bermain di sekitar Langgar Agung,” ujarnya.

Masih kata Ratu Raja Alexandra, pihaknya sudah melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan keraton.

“Ketika kita tahu ada yang positif, langsung kami lakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan keraton. Kemudian seminggu kemudian kami semprot kembali. Yang jelas pintu itu akan kami buka kembali. Selama ini pintu itu kami buka sejak pagi dan ditutup pada malam atau bakda Isya,” ucapnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *