Jangan Lakukan Hal Ini saat Resesi, Bisa Tambah Parah

oleh -277 views
indonesia-resesi-2020
Warga berduka saat pemakaman anggota keluarganya yang meninggal karena covid-19. Foto: AP Photo/Dita Alangkara

JAKARTA – Ekonomi Indonesia resmi bakal resesi di kuartal III-2020 ini. Hal itu melihat proyeksi ekonomi Indonesia di kuartal III 2020 yang dikeluarkan Kementerian Keuangan, yakni minus 1% sampai minus 2,9%.

Jika resesi terjadi, ada beberapa hal yang kemungkinan besar dilakukan masyarakat, namun sebenarnya tidak tepat. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad adalah menahan konsumsi untuk menghemat uang.

Menurut Tauhid, jika masyarakat menahan konsumsinya, justru pemulihan ekonomi Indonesia semakin berat. Pasalnya, konsumsi rumah tangga merupakan ‘tulang punggung’ dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

“Kalau di resesi menurut saya tetap konsumsinya nggak boleh turun, jadi tetap kebutuhan minimum nggak boleh kurang. Jadi justru ketika ada resesi kan agar ada spending tetap berjalan. Kalau semakin turun ya dia akan memperburuk pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi masyarakat atau rumah tangga,” kata Tauhid.

Begitu juga pemerintah, yang pada intinya harus mendorong masyarakat untuk konsumsi, caranya dengan memberikan bantuan sosial (Bansos), atau stimulus lain untuk mendongkrak daya beli.

Tauhid mengatakan, menahan konsumsi ini juga tak boleh dilakukan ketika suatu negara sudah mengalami depresi, setelah menerjang resesi yang dalam.

“Begitu juga depresi, karena Indonesia basisnya konsumsi, 58% terhadap PDB. Ya situasi begini kan tidak bisa berharap bahwa ekspor-impor dan investasi normal, ya jalannya konsumsi harus dipertahankan,” tutur Tauhid.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal juga mengatakan hal serupa.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak panik menyimpan uangnya ketika ada resesi, atau bahkan depresi. Pasalnya, hal itu justru akan memperburuk kondisi ekonomi. (yud)

Tonton video berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *