Peringatan Dini: 3 Hari ke Depan Potensi Hujan Lebat

oleh -1.459 views
DERAS: Warga berkendara saat hujan deras. Curah hujan tinggi masih akan terjadi di Kota Cirebon dalam beberapa hari mendatang. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi ada potensi hujan lebat pasa 3 hari ke depan, Minggu 27 September 2020.

Saat ini masih terpantau aktivitas Gelombang Atmosfer di wilayah Indonesia, yaitu: Rossby Ekuatorial (fenomena pergerakan sistem konvektifitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah barat dan melewati wilayah Indonesia).

Kemudian Madden Jullian Oscillation (fenomena pergerakan sistem konvektivitas udara di atmosfer yang berpropagasi ke arah timur dan melewati wilayah Indonesia). 

Hal ini memberikan kontribusi pada peningkatan massa udara basah yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan dalam beberapa hari ke depan.  

Kondisi tersebut diperkuat dengan anomali hangat suhu muka laut di perairan Indonesia, terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang di Pesisir Barat Sumatera, Selat Karimata.

Sebagian Pulau Jawa, Selat Makassar dan Laut Banda, dan didukung dengan kondisi atmosfer yang hangat dan lembab di sebagian besar wilayah Indonesia.

BMKG memprediksikan dalam periode tiga hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang hingga yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah sebagai berikut:

Khusus untuk wilayah Jabodetabek konsentrasi hujan intensitas sedang-lebat masih cukup potensial di wilayah Bogor terutama pada siang/sore hari, sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta kondisi cuaca signifikan tgl 27 September pada siang/sore hari dengan kondisi relatif menurun untuk 2 hari kedepan (28-29 September 2020).

Masyarakat diimbau  agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

Kondisi tersebut diatas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan dinamika atmosfer di Indonesia, BMKG tetap terus memonitor dan melakukan update perkembangannya. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *