Puluhan Santri Positif Covid-19, Ponpes di Kuningan Lockdown 14 Hari

oleh -797 views
husnul-khotimah-covid
Petugas mempersiapkan penyemprotan disinfektan di sebuah pondok pesantren untuk mencegah penyebaran covid-19. Foto: DOK. Bubud Sihabudin/Radar Kuningan

KUNINGAN – Pasca ditemukannya puluhan santri yang positif corona virus disease (covid-19), Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan melakukan tes swab kepada 77 orang lainnya di pondok pesantren.

Dari 77 orang ini 19 diantaranya adalah tenaga pengajar dan puluhan lainnya merupakan santri. Kepala Dinas Kesehatan, dr Susi Lusiyanti mengatakan, hasil swab tersebut masih menunggu hasil.

“Alhamdulillah semua terkendali dan sudah dikoordinasikan untuk menutup ponpes selama 14 hari. Untuk santri-santri dengan gejala sakit itu kita isolasi tersendiri. Ada satu gedung dengan satu pintu keluar masuk dan berkapasitas 80 tempat tidur,” kata Susi, kepada Radar Kuningan.

Digedung milik ponpes  yang kini jadi ruang karantina, sudah ada dokter dan tenaga kesehatan, jumlanya ada 7 orang dokter beserta sejumlah perawat.

Sehingga GGTP hanya mengarahkan. “Kita telah menunjuk dua tenaga ahli spesialis. Yaitu dokter anak dengan dokter paru,” jelasnya.

Menurut Susi, ada dua gedung Ponpes yang dijadikan lokasi karantina, satu gedung bagi santri yang positif sebanyak  46 orang. Satu gedung lagi untuk antisipasi dari hasil swab 77 orang yang dilakukan pada hari Sabtu. Masing masing gedung memiliki satu pintu akses keluar masuk.

“Semoga tidak ada penambahan, kemudian penyemprotan desinfektan kita secara keseluruhan setiap hari. Hari minggu ini kita lakukan persiapan-persiapan untuk me-lokckdown seluruh pondok selama 14 hari ke depan,” kata dia.

Untuk Desa Manis Kidul Kecamatan Jalaksana GTPP telah mengusulkan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro atau PSBM. Usulan ini telah dikoordinasikan kepada Camat Jalaksana bersama Kalak BPBD dan Jubir Crisis Center Agus mauludin.

Ditambahkan dr Susi, dinkes juga menelusuri ke ke pondok pesantren lain yang lokasinya berdekatan. Karena pihaknya khawatir terjadi hal yang sama. (bubud sihabudin)

Tonton video berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *