Internal Keraton Kanoman Tetap Laksanakan Tradisi Inti Maulid Nabi

oleh -237 views
Keraton-Kanoman-Tradisi-Maulidan
Ratu Mawar Kartina menunjukkan surat rekomendasi dari Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis, Senin malam (28/9). FOTO:DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Tradisi inti ritual Maulid Nabi Saw (muludan) tahun 1442 Hijriyah/2020 di Keraton Kanoman tetap dilaksanakan. Namun hanya untuk internal atau kalangan keluarga Keraton Kanoman.

Hal tersebut diungkapkan Ratu Mawar Kartina selaku juru bicara Keraton Kanoman saat ditemui radarcirebon.com, Senin malam (28/9).

“Ritual inti tetap dilaksanakan hanya saja untuk internal keluarga. Kita ikuti surat edaran dari Pemkot Cirebon,” ungkapnya didampingi Ratu Mariam.

Baca juga:

Gubernur Jabar: Kota dan Kabupaten Cirebon Zona Merah

Begini Tanggapan Famili Mertasinga soal 15 Bakal Calon Sultan Kasepuhan

Melihat Wayang Kulit Balad yang Sudah 15 Tahun Vakum dari Pertunjukan

Dikatakan Ratu Mawar, Keraton Kanoman akan melaksanakan surat rekomendasi yang ditandatangani Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, yang berisi meniadakan kegiatan keramaian muludan yang ada di Keraton Kanoman.

“Tentunya kami akan melaksanakan apa yang menjadi kebijakan Pemkot Cirebon. Ini merupakan bentuk kasih sayang kami (Keraton Kanoman, red) kepada masyarakat. Kami akan menyebarluaskan informasi ini kepada masyarakat,” katanya.

Ratu Mawar menegaskan bahwa peniadaan muludan tersebut bukan keinginan pihak Keraton Kanoman. Melainkan keadaan yang memaksa kegiatan kegiatan tersebut ditiadakan.

“Untuk tradisi sendiri yang melibatkan banyak orang akan kami kurangi. Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang biasa hadir ke acara ritual maulidan mohon untuk dipertimbangkan kembali. Lebih baik bermaulidan dengan cara berdoa bersama di rumah masing-masing,” tegasnya.

Masih kata Ratu Mawar, pihak Keraton Kanoman secepatnya akan bertemu dan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Cirebon.

“Hal ini kami lakukan kemungkinan ada masyarakat yang terlanjur datang terlebih dari luar Cirebon yang ingin menyaksikan prosesi ritual kegiatan maulidan di Keraton Kanoman. Nantinya akan bersama-sama merumuskan apa yang harus kita lakukan jika masyarakat memang terlanjur datang, sebab kita tidak bisa menjamin keselamatan kesehatan mereka yang datang ke Keraton Kanoman,” pungkasnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *