Melihat Wayang Kulit Balad yang Sudah 15 Tahun Vakum dari Pertunjukan

oleh -110 views
Wayang-Kulit-Balad
Dalang Nungkara memperlihatkan wayang kulit Balad, Senin (28/9). FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON – Cirebon merupakan daerah yang kaya akan seni dan budaya. Salah satunya kesenian wayang kulit.

Wayang kulit adalah boneka yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu yang dimanfaatkan untuk memerankan tokoh pada pertunjukan tradisional.

Kesenian ini merupakan salah satu bentuk teater tradisonal yang paling tua yang biasa dimainkan seorang dalang.

Baca juga:

Razia Masker di Kota Cirebon, Hampir 1.000 Orang yang Melanggar

Istri Pemain Bola Ketahuan Selingkuh, Bayar Pembunuh Rp18 M untuk Habisi Suaminya

Puluhan Santri Positif Covid-19, Ponpes di Kuningan Lockdown 14 Hari

Namun, saat ini kesenian wayang mulai dilupakan. Hal ini disebabkan karena pengaruh dari budaya luar. Seperti yang dialami Nungkara, dalang wayang kulit Balad asal Desa Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Kepada radarcirebon.com Nungarka mengatakan, sudah 15 tahun dirinya vakum mengadakan pertunjukan wayang kulit Balad ini.

“Ia sekarang sudah sepi dan jarang ada panggilan untuk pentas. Sekitar 15 tahunan lah enggak pentas,” katanya.

Diungkapkan Nungkara, akibat jarang pentas semua perangkat gamelan rusak tak terawat.

“Karena enggak pernah pentas, semua alat gamelan sekarang kondisinya rusak. Kalau misalkan ada panggilan, ya saya terpaksa minjam atau sewa alat-alat gamelan ke saudara atau tempat lain,” ungkapnya.

Nunggara menuturkan, saat ini para remaja sekarang menganggap bahwa kesenian wayang kukit adalah budaya yang ketinggalan zaman atau kuno.

“Mereka (remaja, red) lebih memilih kesenian luar yang mereka anggap lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman. Padahal kesenian wayang kulit telah mendunia bahkan banyak orang asing yang berlomba-lomba untuk mempelajari kesenian kita dan rela membayar mahal untuk mempelajari kesenian ini,” tuturnya.

Masih kata Nungkara, ukuran wayang kulit Balad ini lebih besar daripada wayang kulit lainnya.

“Wayang kulit Balad ini usianya sudah hampir 100 tahun. Wayang-wayang ini saya rawat dengan baik dan disimpan dalam kotak peti besar,” ucap dalang generasi ke-15 ini.

Namun sayangnya, kesenian wayang kulit Balad ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *