Wapres Ma’ruf Amin: Butuh Peran Ulama

oleh -39 views
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin

JAKARTA – Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin meminta peranan para pemuka agama dan ulama dalam upaya memerangi penularan Covid-19. “Dalam situasi seperti inilah, saya menilai peran para ulama dan pemuka agama sangat penting dengan terus mengajak umat dan masyarakat untuk selalu mematuhi kedisiplinan dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” katanya.

Kepatuhan terhadap protokol kesehatan menjadi kunci penting dalam mencegah penularan Covid-19, selagi vaksin dan obatnya belum ditemukan.

“Pengabaian terhadap protokol kesehatan akan berisiko tinggi bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Hal ini harus disadari sebagai kepentingan sekaligus kewajiban bersama kita semua,” tukasnya.

Dikatakannya, penanganan Covid-19 di Indonesia masih belum menunjukkan hasil baik. Hal ini bisa dilihat dengan semakin meningkatnya angka kasus penularan, meskipun angka kesembuhan juga ikut naik.

“Perkembangan pandemi Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, masih belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Namun, meskipun jumlah penularan masih terus naik, kita juga mencatat jumlah kesembuhan yang semakin meningkat,” katanya.

Oleh karena itu, para pemuka agama dan ulama diharapkan turut mengampanyekan penerapan protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat, utamanya dengan mengajak umat mengenakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Sementara juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro membagi tips yang tepat bagi pasien Covid-19 dalam menjalani isolasi mandiri agar tidak menularkan.

“Isolasi mandiri harus dilakukan dengan disiplin, tidak boleh kendor. Bagaimana sih isolasi mandiri yang benar, ada tujuh tipsnya,” katanya.

Kiat tersebut di antaranya adalah pasien harus selalu memakai masker selama diisolasi. Masker yang digunakan harus dicuci sendiri. “Jika menggunakan masker sekali pakai maka buang ke tempat sampah dengan membungkusnya terlebih dulu,” ujarnya.

Selain itu, selama isolasi mandiri di rumah, lokasi isolasi harus terpisah dari anggota keluarga lain dan selalu menjaga jarak. Selain itu tidak memakai peralatan makan, mandi dan tempat tidur yang sama dengan anggota keluarga yang lain. “Ingat, cuci sendiri alat makannya ya,” ujarnya.

“Jika isolasi mandiri tidak bisa dilakukan di rumah, pemerintah menyediakan tempat isolasi. Silahkan hubungi dinas kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19 setempat,” ungkapnya. (FIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *