Tips saat Jalani Isolasi Mandiri

oleh -26 views
Isolasi-Mandiri
Ilustrasi isolasi.

POSITIF COVID -19 tanpa gejala atau OTG (Orang Tanpa Gejala) yang menjalani isolasi mandiri sebisa mungkin menghindari sentuhan dengan anggota keluarga lainnya. Tujuannya agar tidak terjadi penularan.

“Pasien tanpa gejala diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah, selama memiliki tempat. Namun jika tempatnya tak memungkinkan, lebih baik ke rumah sakit atau hotel isolasi mandiri yang telah disiapkan pemerintah,” ujar dokter Spesialis paru-paru RS Siloam ASRI Jakarta, Maydie Esfandiari dalam talkshow di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat (9/10).

Dia menekankan jika mengalami gejala sesak napas, nyeri dada, atau merasa tak nyaman, segera pergi ke rumah sakit. Saat menjalani isolasi mandiri, Maydie memberikan lima hal penting yang perlu diperhatikan pasien OTG.

Pertama, pantau suhu tubuh dua kali sehari guna memastikan tingkat kestabilan. Jika suhunya terus naik, segera periksakan ke rumah sakit terdekat.  Kedua, pasien harus berada di dalam kamar dan tidak keluar. “Bagi anggota keluarga yang datang, harus menggunakan masker,” imbuhnya.

Ketiga, fasilitas kamar yang ditempati pasien diusahakan ada ventilasi agar sirkulasi udara berjalan normal. Keempat, usahakan peralatan makan seperti piring, gelas, sendok, dan garpu tersendiri alias tidak campur dengan anggota keluarga lainnya. “Begitu juga dengan pakaian yang dikenakan harus dipisahkan. Kemudian, direndam menggunakan air panas dan deterjen,” papar Maydie.

Kelima, keluarga terdekat harus menjalani rapid test. Apabila statusnya pekerja, wajib menginformasikan ke kantornya agar segera melakukan tracing dan penyemprotan desinfektan di lingkungan tempat kerja. “Diusahakan saat menjalani isolasi mandiri tidak melakukan kontak dengan siapapun. Ini sangat penting,” tandasnya.

Dia juga mengingatkan agar keluarga yang lain konsisten menerapkan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). Menurutnya, 3M sangat penting. Terutama bagi mereka yang sering keluar rumah. “Dengan menerapkan 3M, harapannya untuk memutus rantai penularan. Ini harus terus dilakukan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan mereka yang terpapar COVID-19 yang berstatus OTG tidak boleh melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Terutama rumah yang secara aturan tidak memadai. Karena dampaknya dengan cepat menulari anggota keluarga yang lain,” tegas Doni. Menurutnya,  Satgas mendapat perintah untuk melayani seluruh provinsi. Terutama provinsi yang menjadi prioritas.

Tujuannya agar masyarakat yang OTG bisa dirawat di tempat karantina atau hotel. Sehingga mendapatkan pemantauan dari petugas medis gabungan dari Dinas Kesehatan, dibantu unsur TNI, Polri dan Satpol PP. “Dengan demikian, OTG tidak bisa dengan mudah beraktivitas dengan pihak lain. Karena dikhawatirkan terjadi penularan,” ucapnya.

Bagi yang berstatus OTG jika memiliki rumah kurang layak untuk isolasi mandiri harus ada kesadaran mau dipindahkan ke hotel atau tempat karantina. “Bagaimana dengan mereka yang punya rumah dan kondisinya memungkinkan? Dari Dinas Kesehatan tentu memberikan izin manakala rumahnya layak untuk isolasi mandiri,” pungkasnya. (rh/fin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *