Pendaftar Anggota KPPS Membeludak, Warga yang Mendaftar Dua Kali Lipat dari Kuota

oleh -226 views
MEMBELUDAK: Salah satu pendaftar anggota KPPS Bangodua sedang menyerahkan berkas pendaftaran pada PPS Bangodua, Jumat (9/10) malam. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Pendaftaran calon anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa/Kecamatan Bangodua membeludak.

Jumlah warga yang mendaftar, dua kali lipat dari kuota anggota KPPS yang dibutuhkan, yakni sebanyak 70 orang. Hal itu terlihat saat penyerahan berkas persyaratan pelamar KPPS secara serentak, Jumat (9/10) malam.

Dengan membeludaknya jumlah pendaftar, petugas PPS akan menyeleksi persyaratan administratif berupa berkas persyaratan, seperti fotokopi KTP dan KK, batas usia minimal 20 tahun maksimal 50 tahun, serta surat keterangan sehat jasmani.

Sekretrariat PPS Bangodua Ali Sadikin SH mengatakan, membeludaknya pendaftar anggota KPPS, menandakan masyarakat desa sangat antusias untuk ikut serta ambil bagian sebagai petugas penyelanggara pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Dijelaskan Ali Sadikin, dari jumlah kuota yang dibutuhkan untuk 10 TPS adalah 70 orang, dengan rincian 5 anggota dan 2 orang PAM di setiap TPS. “Jumlahnya melebihi kuota, dua kali lipat. Kita akan seleksi persyarakatannya, karena ada beberapa persyaratan diantaranya pendaftar yang sudah 2 periode menjadi anggota KPPS tidak diperbolehkan ikut kembali,” terangnya.

Sedangkan untuk peserta yang mendaftar, lanjut Ali Sadikin, tidak hanya dari kalangan yang lama, tetapi dari pendaftar baru, yang ingin ikut mencoba menjadi bagian dari penyelenggara pilkada Indramayu 2020.

“Kita akan seleksi sesuai kebutuhan. Kita akan miks anggota baru dan lama. Maksudnya, anggota lama ini sudah pernah jadi anggota KPPS dan belum dua periode menjadi anggota KPPS, agar bisa memberikan arahan kepada anggota yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Bangodua Zaenudin mengatakan, sangat mengapresiasi dengan banyaknya masyarakat yang ingin menjadi anggota KPPS.

Hal ini, kata Zaenudin, menandakan masih banyak warga terutama kalangan milenial yang mau ikut berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Pilkada dengan menjadi penyelenggaran pemungutan suara di tingkat TPS.

“Malah bagus, semakin banyak yang daftar, terutama dari kalangan pemuda, bisa jadi penerus-penerus penyelenggaran pemilu di tahun-tahun yang akan datang,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *