Selama Pandemi, 40 Persen UMKM di Kota Cirebon Gulung Tikar

oleh -63 views
UMKM-Kota-Cirebon
JADI TUMPUAN: Walikota Cirebon Drs H Nashrudin Azis saat meninjau stand produk UMKM sebelum pandemi Covid-19. Saat ini, pemerintah terus menyuntikkan bantuan bagi UMKM sebagai penyangga ekonomi di tengah resesi nasional dan pandemi corona.FOTO:DOK/RADAR CIREBON

CIREBON – Selama masa pandemi Covid-19, sekitar 40 persen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Cirebon gulung tikar.

Salah satunya karena dampak permodalan dan penurunan daya beli konsumen selama masa pandemi Covid-19. Sehingga membuat UMKM tidak mampu bertahan.

Sebanyak 60 persen sisanya masih bertahan dan tetap menjalankan kegiatan usahanya.

Baca juga:

Aturan Buka Tutup Jalan di Kota Cirebon Dinilai Tidak Efektif

5 Jam Hilang Mandi di Sungai, Ketemu Sudah Jadi Mayat

Banjir Bandang Pameungpeuk Garut, Ratusan Warga Dievakuasi

Maharani Dewi, kepala Disdagkop UKM Kota Cirebon mengatakan, sudah ada bantuan bagi UMKM yang usahanya mulai sulit untuk bantuan permodalan.

“Kami berharap para pelaku usaha yang kini masih bertahan bisa memanfaatkan penjualan. Tidak hanya secara langsung, namun melalui pesan antar menggunakan media sosial dan memanfaatkan lainnya,” ujarnya.

Masih kata Maharani, setiap hari Disdagkop UMKM melakukan pendampingan.

“Tahun depan pun akan ada bantuan, pembinaan, pendampingan, pelatihan, peningkatan kualitas dan manajemen. Kami terus berikan dukungan untuk UMKM, sehingga bisa terus berjualan di masa Pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (rdh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *