WHO Minta Semua Negara Hentikan Lockdown sebagai Metode Pengendalian Covid-19

oleh -219 views
WHO
Lambang WHO. Foto: Pixabay.com

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) meminta semua negara untuk berhenti menerapkan lockdown atau karantina wilayah dalam menangani wabah Covid-19.

Hal itu disampaikan utusan khusus Direktur Jenderal WHO Urusan Pandemi Covid-19, David Nabarro. Menurutnya, lockdown hanya menimbulkan kemiskinan, tanpa menyebutkan potensi menyelamatkan jiwa.

“Kami meminta kepada semua pemimpin dunia untuk berhenti menggunakan lockdown sebagai metode utama pengendalian (wabah). Kembangkan sistem yang lebih baik untuk hal ini,” kata Nabarro dalam sebuah wawancara dengan The Spectator, media yang berbasis di Inggris.

Baca juga:

5 Jam Hilang Mandi di Sungai, Ketemu Sudah Jadi Mayat

Pekan Ini, Kuningan Zona Merah Covid-19

Aturan Buka Tutup Jalan di Kota Cirebon Dinilai Tidak Efektif

Nabarro mengkritisi langkah lockdown dalam kaitannya dengan dampak kesulitan ekonomi dan kemiskinan secara global. Ia mengambil contoh sektor pariwisata, seperti di Karibia atau wilayah Pasifik yang terpukul karena tidak ada turis.

“Lihatlah yang terjadi dengan tingkat kemiskinan, tampaknya kita akan mengalami angka kemiskinan dunia yang berlipat ganda pada tahun depan. Sesungguhnya ini adalah malapetaka global yang mengerikan,” ujar dia.

“Lockdown hanya memberikan satu konsekuensi yang tidak boleh diremehkan, yaitu membuat masyarakat miskin menjadi jauh lebih miskin,” kata Nabarro menegaskan.

Menurutnya, karantina wilayah hanya dibenarkan untuk memberikan waktu kepada pemerintah agar dapat mengatur, mengelompokkan, dan menyeimbangkan kembali sumber daya. Setelah itu, pemerintah harus mengambil jalan tengah dalam penanganan pandemi.

Dalam sebuah artikel di 4sd.info, laman internet mengenai upaya pencapaian pembangunan berkelanjutan, Nabarro menyatakan bahwa kondisi saat ini memang menjadi tantangan yang rumit bagi para pemimpin negara.

“Diperlukan suatu jalan tengah, karena terlalu banyak pembatasan akan merusak kehidupan masyarakat dan memancing kebencian, sementara ‘virus yang dibiarkan menyebar’ akan menimbulkan banyak kematian,” tulis Nabarro.

Jalan tengah itu, kata Nabarro, dapat diterapkan dengan tiga hal yang saling berkaitan, yakni langkah pencegahan setiap saat, layanan tes-telusur-isolasi, serta kebijakan yang jelas dari para pengambil kebijakan.

Sebelumnya, WHO mengingatkan negara-negara agara tidak cepat mencabut kebijakan lockdown. Terutama selama menghadapi gelombang pertama Covid-19. (hsn/ant/dil/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *